(Revised Version)

Mitos dan Fakta Tulang Belakang / Common Myths

Terapi tulang belakang sangat diminati saat ini, namun masih ada keraguan bagi Anda untuk melakukanya, maka hilangkan keraguan tersebut.
Terapi kami berbeda, dan dari perbedaan inilah yang memberikan hasil yang baik bagi ribuan pasien kami sehingga mereka ingin merekomendasikan terapi kami kepada keluarga, kerabat, hingga orang disekitarnya.

Sekali lagi, mari kita hilangkan keraguan dari beberapa mitos umum berikut :

Spinal therapy is in high demand today, but there are still doubts for you to do it, so eliminate these doubts.
Our therapy is different, and from this difference that gives good results for thousands of our patients so that they want to recommend our therapy to family, relatives, and people around them.

Once again, let’s eliminate the doubts of some of these Common Myths:

Tidak. Sebaliknya, kebanyakan pasien kami merasakan perbaikan yang signifikan dalam minggu pertama pengobatan; berkurangnya rasa sakit dan kekakuan, peningkatan gerak sendi, tidur lebih nyenyak di malam hari, dan lebih ber-energi di siang hari.

No. On the contrary, most people feel significant improvements within the first week of treatment; less pain and stiffness, improved joint motion, more restful sleep at night, and more energy during the day.

Apa yang dimaksud “ilmiah?”

Jika Anda mendefinisikannya sebagai pencarian pengetahuan secara sistematis yang melibatkan pengenalan suatu masalah, pengumpulan data melalui observasi dan eksperimen, lalu menguji hipotesis yang dihasilkan, maka Terapi Koreksi Struktur Tulang Belakang saat ini cukup ilmiah. Karena didasarkan pada fakta ilmiah bahwa sistem saraf mengontrol dan mengatur hampir setiap sel, jaringan, organ, dan sistem tubuh.

Hal ini termasuk penelitian yang dipublikasikan yang mendokumentasikan hasil perawatan struktur tulang belakang pada asma, kolik infantil, fungsi kekebalan tubuh, dismenore (kram menstruasi), peningkatan fungsi penglihatan dan otak, nyeri punggung bawah, status kesehatan seseorang secara keseluruhan dan banyak lainnya.

Argumen “ilmiah” sebagian besar merupakan sebuah kesalahan dan tanda standar ganda. Ekonom medis David Eddy, MD, Ph.D., mengamati bahwa hanya 15% prosedur medis yang pernah diverifikasi secara ilmiah, dan 85% prosedur medis umum lainnya tidak memiliki “dasar ilmiah!”

Pada akhirnya, terbukti ada pada hasil. Tanyakan kepada pasien kami yang senang apakah Terapi Koreksi Struktur Tulang Belakang itu ilmiah.

How do you define “scientific?”

If you define it as the systematic pursuit of knowledge involving the recognition of a problem, the collection of data through observation and experiment and then testing the resulting hypotheses, then today’s spinal correction method is quite scientific. Because it’s based on the scientific fact that the nervous system controls and regalates virtually every cell, tissue, organ and system of the body.

These include published research documenting the results of spinal correction care on asthma, infantile colic, immune function, dysmenorrhea (menstrual cramps), improving vision and brain function, lower back pain, one’s overall health status and many others.

The “scientific” argument is largely a red herring and the sign of a double standard. Medical economist David Eddy, MD, Ph.D., observes that only 15% of medical procedures have ever been scientifically verified, and the other 85% of common medical procedures have no “scientific basis!”

Ultimately, the proof is in the pudding. Ask our delighted patients whether spinal correction method is scientific.

Di Vlife, semua praktisi kami adalah dokter professional berlisensi dan bersertifikat. Namun di bawah ini beberapa perbandingan antara Dokter kami dengan Chiropractor.

Dokter Adalah Dokter, Chiropractor adalah Chiropractor, Seorang dokter medis (MD) dan chiropractor (DC) meskipun berbeda, keduanya telah menerima gelar dari sekolah kedokteran atau perguruan tinggi Chiropraktik yang terakreditasi pemerintah dan memiliki izin praktik..

Namun disitulah kesamaannya berakhir karena setiap ilmu menjurus pada kesehatan dan penyembuhan dengan cara yang berbeda. Jelas sekali, ini adalah dua filosofi yang sangat berbeda. Namun, masing-masing mempunyai tempatnya.

Di Vlife, dokter kami khusus menangani tulang belakang dengan menggunakan manual terapi Spine Manipulation dan menggunakan teknologi alat yang modern, manual terapi spine manipulation untuk beberapa bagian tubuh dan ditunjang dengan layanan fisioteraphy yang fokusnya untuk memperbaiki otot dan sendi (modalitas fisioterapi) dengan tujuan pemulihan kesehatan tubuh yang optimal.

At Vlife, all our practitioners are licensed and certified professionals. But below are some comparisons between our Doctors and Chiropractors.

Doctor is Doctor, Chiropractor is Chiropractor, A medical doctor (MD) and a chiropractor (DC) though different, both have received degrees from a government-accredited medical school or college of Chiropractic and are licensed to practice.

But that’s where the similarities end as each science leads to health and healing in different ways. Obviously, these are two very different philosophies. However, each has its place.

At Vlife, our doctors specialize in treating the spine using manual spinal manipulation and using modern technology, manual spinal manipulation for several parts of the body and supported by physiotherapy services that focus on improving muscles and joints (physiotherapy modalities) with the aim of restoring optimal health.

Argumen ini adalah salah satu mitos yang paling sering disampaikan dari mereka yang berkepentingan untuk mencegah orang mencari terapi koreksi tulang belakang.

Karena popularitas taktik ini, tahun demi tahun taktik ini telah menjadi subyek proyek penelitian yang tak terhitung jumlahnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi dari terapi di bagian leher, yang dianggap sebagai prosedur koreksi struktur tulang belakang “paling berisiko”, sangat jarang terjadi:

  1. 1972 – Satu kematian dalam beberapa puluh juta terapi
  2. 1978 – Satu dari 10.000.000 terapi di bagian leher
  3. 1981 – Satu dari 1.000.000 terapi di bagian leher
  4. 1983 – Dua hingga tiga per 1.000.000 terapi
  5. 1985 – Satu dari 400.000 terapi di bagian leher
  6. 1993 – Satu dari 3.846.153 terapi di bagian leher
  7. 1995 – Satu dari 2.000.000 terapi di bagian leher
  8. 1996 – Satu dari 900.000 terapi di bagian leher

Tinjauan mendalam terbaru mengenai hubungan antara stroke dan perawatan koreksi struktur tulang belakang, diterbitkan dalam Spine Journal edisi 15 Februari 2008. Penelitian ini mengamati catatan rumah sakit selama 10 tahun, yang melibatkan 100 juta orang-tahun.

Putusannya?

Tidak ada bukti peningkatan risiko diseksi arteri vertebralis dengan koreksi struktur tulang belakang, dibandingkan dengan penatalaksanaan medis. Berdasarkan tinjauan ini, stroke, khususnya diseksi vertebrobasilar, harus dianggap sebagai komplikasi acak dan tidak dapat diprediksi dari setiap pergerakan leher, termasuk manipulasi serviks.

Dengan kata lain, kasus cedera serius praktis tidak ada. Sebagai perbandingan, kematian yang disebabkan oleh obat pereda nyeri yang dijual bebas menjadi jauh lebih meresahkan! Meskipun laporannya berbeda-beda, kematian tahunan di Amerika Serikat yang disebabkan oleh NSAID (Obat Anti-Peradangan Non-Steroidal seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, diklofenak, ketoprofen, dan asam tiaprofenat) berkisar antara 3.200 hingga lebih dari 16.500 kematian dan 76.000 rawat inap.

Bahkan perusahaan asuransi yang menghindari risiko pun mengakui keamanan koreksi struktur tulang belakang saat ini. Premi asuransi malpraktik yang dibayarkan oleh ahli adjustment hanyalah sebagian kecil dari apa yang harus dibayar oleh praktisi medis. Koreksi struktur tulang belakang aman.

This argument is one of the most commonly presented myths from those with an interest in discouraging people from seeking spinal correction therapy.

Because of the popularity of this tactic, year after year it has been the subject of countless research projects. The result of these studies show complications from neck adjustments, the supposedly “riskiest” spinal correction method, are exceedingly rare:

  1. 1972 – One death in several tens of million adjustments.
  2. 1978 – One in 10,000,000 neck adjustments.
  3. 1981 – One in a 1,000,000 neck adjustments.
  4. 1983 – Two to three per 1,000,000 adjustments.
  5. 1985 – One in 400,000 neck adjustments.
  6. 1993 – One in 3,846,153 neck adjustments.
  7. 1995 – One in 2,000,000 neck adjustments.
  8. 1996 – One in 900,000 neck adjustments.

The most recent in-depth review of the relationship between stroke and spine care, was published in the February 15, 2008 issue of Spine Journal. It looked at 10 years of hospital records, involving 100 million person-years.

The verdict?

There was no evidence of an increase in vertebral artery dissection risk with spinal correction method, compared with medical management. Based on this review, stroke, particularly vertebrobasilar dissection, should be considered a random and unpredictable complication of any neck movement, including cervical manipulation.

In other words, cases of serious injury are practically nonexistent. By comparison, it makes the deaths caused by over-the-counter-pain-relievers to be considerably more troubling! Although reports vary, annual deaths in the United States attributable to NSAIDs (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs such as aspirin, ibuprofen, naproxen, diclofenac, ketoprofen and tiaprofenic acid) range from 3,200 to higher than 16,500 deaths and 76,000 hospitalizations.

Even risk-adverse insurance companies recognize the safety of today’s spinal correction method. The premiums for malpractice insurance paid by doctors are a mere fraction of what medical practitioners must pay. Spine care is safe.

Tidak. Banyak orang merasakan kenyamanan dan lebih berenergi setelah Terapi Koreksi Struktur Tulang Belakang mereka. Beberapa orang merasa seolah-olah kekuatan mereka telah kembali.

Yang lain merasa lebih utuh atau “terkoneksi”. (Seperti inilah rasanya “normal”). Begitu pendapat mereka, mereka sering kali memilih untuk menjalani semacam jadwal perawatan lanjutan sehingga mereka terus merasa seperti ini sepanjang waktu. Ini bukan sebuah kecanduan.

“Mengapa begitu banyak kunjungan diperlukan?”

Saat banyak orang berkonsultasi dengan dokter kami, mereka sudah mengalami masalah tulang belakang selama beberapa waktu. Melatih dan memperbaiki otot dan ligamen yang menopang tulang belakang membutuhkan waktu. Setiap kunjungan didasarkan pada kunjungan sebelumnya. Ingat, Anda yang melakukan penyembuhan, bukan Dokter!

Berapa lama Anda memutuskan untuk mendapatkan manfaat dari Terapi Koreksi Struktur Tulang Belakang selalu diserahkan pada Anda.

No. Many people feel a pleasant sense of ease and well-being after their Spinal Correction Therapy. Some feel as though their power has been “turned on.”

Others feel more whole or “connected.” (This is what “normal” feels like!) Once people experience this feeling they often choose to adopt some type of ongoing schedule of care so they continue to feel this way all the time. It’s not an addiction.

“Why are so many visits necessary?”

By the time many people consult our doctor, they’ve had their problem for some time. Retraining muscles and ligaments that support the spine takes time. Each visit builds on the ones before. Remember, you’re doing the healing, not the doctor!

How long you decide to benefit from spine care is always up to you.

Banyak masalah kesehatan yang parah tanpa gejala serius, sehingga perbaikannya menjadi lebih sulit di kemudian hari.

Itulah masalah kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup yang dihadapi budaya kita. Penyakit ini diam-diam merusak, perlahan-lahan memburuk, seringkali tanpa gejala yang jelas. Plak arteri menumpuk. Tekanan darah meningkat. Makanan tertentu sekarang menyebabkan mulas. Setiap pagi Anda bangun dari tempat tidur sedikit lebih lambat dan kaku. Anda hampir tidak menyadari perubahan yang terjadi bertahap.

Ironisnya, mereka sering kali adalah orang-orang yang secara rutin mengganti oli dan melakukan perawatan preventif lainnya untuk memperpanjang umur, penampilan, dan performa mobil mereka!

Jika Anda ingin menjadi yang terbaik, Anda akan sering mengunjungi tempat terapi kami. Tidak ada tembakan. Tidak ada obat yang menjijikkan. Tidak ada sikap yang “lebih sehat dari Anda”.

Many health problems fester without serious symptoms, making correction more difficult later.

That’s the problem with the lifestyle-induced health problems facing our culture. They quietly fester in the background, slowly worsening, often without any obvious symptom. Arterial plaque builds up. Blood pressure rises. Certain foods now cause heartburn. Every morning you get out of bed a little bit slower and stiffer. You hardly notice the incremental change.

Ironically, these are often the same folks who religiously change their oil and do other preventive maintenance to lengthen the life, appearance and performance of their car!

If you like being your very best, you’ll love visiting our clinic. No shots. No yucky medicine. No “healthier-than-thou” attitude. 

Semakin banyak dokter yang mengakui nilai – nilai perawatan koreksi struktur tulang belakang.

Kebanyakan dokter tidak terbiasa dengan koreksi struktur tulang belakang dan prinsip kerjanya. Banyak yang masih menjalankan kebijakan yang diabadikan oleh boikot ilegal terhadap ahli tulang belakang oleh American Medical Association di Amerika Serikat dan Australian Medical Association di Australia.

Pada tanggal 25 September 1987, hakim Federal Amerika Serikat memutuskan bahwa AMA telah melanggar Bagian 1 dari Undang-Undang Sherman, dan bahwa AMA telah terlibat dalam konspirasi yang melanggar hukum dalam membatasi perdagangan “untuk membendung dan menghilangkan profesi koreksi struktur tulang belakang.” Hakim mengeluarkan perintah permanen terhadap AMA berdasarkan Bagian 16 Undang-Undang Clayton untuk mencegah perilaku serupa di masa depan.

Untungnya, semakin banyak dokter medis di seluruh dunia yang menyadari pentingnya perawatan koreksi struktur tulang belakang.

“Daripada menganggap koreksi struktur tulang belakang sebagai alternatif atau semacam terapi yang terpisah dari layanan kesehatan lain, kita harus menganggapnya setara.”1 Paul Shekelle, M.D., Ph.D. Perusahaan RAND

“Jika satu-satunya alatmu adalah palu, setiap masalah tampak seperti paku.” Inilah sebabnya mengapa saya sering merujuk pasien ke ahli koreksi struktur tulang belakang serta ahli akupunktur, ahli terapi pijat, ahli osteopati, atau siapa pun yang saya rasa memiliki sesuatu untuk ditawarkan kepada pasien saya.”2 David Perlmutter, M.D. Dynamic 31 Juli 1992, Volume 10, Issue 16

“Saya seorang ahli bedah, dan ahli koreksi struktur tulang belakang tidak mengancam saya. Namun hal ini memang mengancam beberapa dokter layanan primer. Intinya begini: Kita seharusnya menjaga masyarakat. Jika dokter tidak dapat memindahkan pasien dari satu pemain ke pemain berikutnya dalam satu tim, kami tidak melakukan apa yang perlu kami lakukan.”3 Larry Teuber, MD

More and more MD’s are recognizing the value of spine care.

Most medical doctors are unfamiliar with spinal correction and the principles by which it works. Many are still operating under the policy perpetuated by the illegal boycott of spinal experts by the American Medical Association in the United States and the Australian Medical Association in Australia.

On September 25, 1987, a United States Federal judge ruled that the AMA had violated Section 1 of the Sherman Act, and that it had engaged in an unlawful conspiracy in restraint of trade “to contain and eliminate the spinal correction profession.” The judge issued a permanent injunction against the AMA under Section 16 of the Clayton Act to prevent such future behavior.

Fortunately, more and more enlightened medical doctors around the world see the value in spine care.

“Instead of thinking of spinal correction as an alternative or some kind of therapy separate from other health care, we really should consider it equivalent.”1 Paul Shekelle, M.D., Ph.D. The RAND Corporation

“If your only tool is a hammer, every problem looks like a nail.” This is why I frequently refer patients to spinal experts as well as acupuncturists, massage therapists, osteopaths, or to any one I feel may have something to offer my patient.”2 David Perlmutter, M.D. Dynamic July 31, 1992, Volume 10, Issue 16

“I’m a surgeon, and spinal experts don’t threaten me. But they do threaten some of the primary care doctors. The bottom line is this: We’re supposed to take care of folks. If doctors cannot move a patient from one player to the next in a team, we’re not doing what we need to do.”3 Larry Teuber, MD

Mengapa seorang anak bisa mengalami masalah tulang belakang dan sistem saraf? Kelahiran yang traumatis. Belajar berjalan. Tergelincir. terguling. Daftarnya tidak ada habisnya. Namun, karena anak-anak mempunyai kemampuan beradaptasi, masalah-masalah ini sering kali dianggap sebagai “kesulitan tumbuh” atau sekadar “fase yang sedang mereka lalui”.

“Seperti halnya ranting yang dibengkokkan, maka tumbuhlah pohon itu.”

Banyak pasien melaporkan bahwa perawatan koreksi struktur tulang belakang bermanfaat untuk kolik, infeksi telinga, kebiasaan tidur yang tidak menentu, mengompol, skoliosis, “sulit tumbuh” dan banyak keluhan kesehatan umum lainnya pada masa kanak-kanak.

Kekhawatiran yang dimiliki banyak orang tua adalah penyesuaian koreksi struktur tulang belakang akan terlalu memaksa. Mereka salah mengira bahwa anak mereka akan menerima penyesuaian seperti yang mereka terima. Tidak hanya teknik penyesuaian yang dimodifikasi untuk ukuran dan masalah tulang belakang unik setiap orang, tulang belakang bayi jarang mengalami ketegangan otot seperti yang terjadi pada orang dewasa. Hal ini membuat penyesuaian koreksi struktur tulang belakang anak menjadi lembut.

Why would a child have a spine and nervous system problem? Traumatic births. Learning to walk. Slips. Falls. The list is endless. Yet, because children have such an adaptive capacity, these problems are often brushed off as “growing pains” or just a “phase they’re going through.”

“As the twig is bent, so grows the tree.”

Many patients report that spine care has been helpful for colic, ear infections, erratic sleeping habits, bedwetting, scoliosis, “growing pains” and many other common childhood health complaints.

The concern that many parents have is that spinal correction therapy will be too forceful. They mistakenly think that their child will receive adjustments like ones they receive. Not only are adjusting techniques modified for each person’s size and unique spinal problem, an infant’s spine rarely has the long-standing muscle tightness seen in adults. This makes a child’s spine correction therapy feels gentle.

Knowing exactly where to adjust, newborns and infants are adjusted with no more pressure than you’d use to test the ripeness of a tomato. Many parents have commented that they see almost instant improvements in the well-being of their child.

Tidak perlu rujukan.

Anda tidak memerlukan rujukan atau izin dari siapa pun untuk menemui dokter Kami. Namun, jika Anda mengharapkan bantuan keuangan dari asuransi tertentu, beberapa kebijakan menentukan bahwa langkah-langkah persetujuan tertentu harus diambil sebelum memulai perawatan. Terkadang hal ini diberikan secara cuma-cuma dan terkadang hampir mustahil.

Berhati-hatilah agar kesehatan Anda tidak terganggu oleh motif keuntungan perusahaan asuransi atau pembatasan kebijakan dari mereka yang tidak memahami akan pentingnya tulang belakang.

Ini adalah tubuh Anda, kesehatan Anda, dan masa depan Anda.

Pertanyaan? Kekhawatiran? Hubungi kami di +62 819-9707-0899

No referral necessary.

You don’t need a referral or permission from anyone to see a our doctor. However, if you expect financial assistance from certain insurance plans, some policies dictate that certain approval steps be taken before commencing care. Sometimes these are granted freely and sometimes it’s virtually impossible.

Be careful that you don’t allow your health to be compromised by the profit motives of an insurance company or the petty bias or jealousy of a gatekeeper who doesn’t understand the importance of the spine!

It’s your body, your health and your future.

Questions? Concerns? Give us a call at +62 819-9707-0899

Terapi koreksi struktur tulang belakang berhasil meskipun Anda tidak percaya.

Beberapa orang mengasumsikan bahwa terapi kami adalah sebagai efek plasebo. Orang-orang sinis ini sebenarnya mengabaikan pwntingnya hubungan antara pikiran dan tubuh yang akhirnya diakui oleh sebagian besar pakar kesehatan yang berpikiran maju.

Plasebo (dari bahasa Latin ‘Saya akan tolong’) sering kali berupa pil gula atau sejenis pengobatan palsu yang dirancang untuk membangkitkan keyakinan pasien, dan dalam kasus penelitian buta ganda, bahkan keyakinan dokter. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa plasebo bisa efektif 30% hingga 40%.

Apakah hasil konsisten yang dirasakan oleh pasien Terapi spinal manipulation ini hanya dikaitkan dengan efek plasebo? Hampir tidak. Ini  sangat membantu jika pasien yakin bahwa perawatan yang mereka terima akan membantu mereka, beberapa ahli koreksi struktur tulang belakang telah melihat hasil positif dari membantu bayi baru lahir, bayi, dan bahkan hewan yang bahkan jika kita pikirkan jelas bukan penyebabnya.

Spinal structure correction therapy works even if you don’t believe it.

Some dismiss the results our patients receive as merely the placebo effect. These cynics virtually ignore the mind/body connection that most forward-thinking health care experts are finally acknowledging.

A placebo (from the Latin ‘I will please’) is often a sugar pill or some type of sham treatment designed to invoke the beliefs of the patient, and in the case of double blind studies, even the beliefs of the doctor. Some studies show that placebos can be 30% to 40% effective.

Should the consistent results that today’s spinal manipulation patient enjoys be simply chalked up to the placebo effect and a caring personality? Hardly. While it’s helpful when the patient believes the care they’re receiving will help them, some doctors have seen positive results from helping newborns, infants and even animals for which the power of the believing mind is clearly not a factor.

Need Help?