Postur tubuh yang buruk sering kali berawal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak biasa, tapi lama-kelamaan membebani tulang belakang, otot, dan sendi. Di Indonesia, survei Kemenkes menunjukkan prevalensi nyeri punggung bawah mencapai 45% pekerja usia produktif, sebagian besar akibat postur kerja tidak ergonomis.
WHO mencatat low back pain sebagai penyebab utama disabilitas global, dengan duduk lama dan gerakan berulang sebagai faktor risiko utama. Kebiasaan merusak postur tubuh seperti membungkuk di depan gadget atau mengangkat beban salah bisa picu skoliosis, hernia diskus, hingga nyeri kronis.
Kualitas kesehatan dapat tergambar melalui penampakan postur tubuh. Istilah postur digunakan untuk menggambarkan posisi tubuh ketika duduk, berdiri, dan berbaring. Postur yang buruk dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan cedera. Postur yang buruk bisa disebabkan otot inti yang lemah yang mencegah tubuh menahan beban dan pinggul dalam posisi yang benar. Beberapa kebiasaan tertentu juga tanpa disadari dapat merusak postur tubuh.
1. Penggunaan Ponsel
Kebanyakan orang menggunakan ponsel dengan posisi leher sering condong ke depan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan perubahan jaringan lunak serta penurunan rentang gerak melalui tulang belakang leher. Hal ini dapat menyebabkan perubahan postur tubuh yang lebih membungkuk.
2. Penggunaan Sepatu Hak Tinggi
Sepatu hak tinggi menempatkan kaki pada posisi plantar memanjang ke bawah, sehingga meningkatkan tekanan pada kaki depan. Saat menggunakan hak tinggi, tubuh memaksa untuk mengimbangi pergeseran keseimbangan. Ketika tubuh bagian bawah condong ke depan untuk mempertahankan pusat keseimbangan, tubuh bagian atas harus bersandar sebagai penyeimbang. Akibatnya, pelurusan tubuh rusak dan menciptakan postur kaku serta tidak alami.
3. Duduk Terlalu Lama
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan perubahan jaringan lunak seperti glutes yang memanjang dan melemah, fleksor pinggul yang memendek, serta kelengkungan yang meningkat di punggung atas.
4. Membawa Tas Tangan dengan Beban Berat
Tas tangan dengan beban besar membuat pemiliknya berisiko terkena nyeri leher dan bahu. Setiap barang dalam tas menekan bahu dan leher. Selain itu, orang yang membawa ransel berat kadang-kadang condong ke depan. Seiring waktu, kebiasaan ini dapat menyebabkan bahu membulat dan punggung atas menjadi melengkung.
5. Tidur dengan Posisi yang Salah
Tidur tengkurap berarti menghabiskan sepanjang malam dengan kepala diputar ke samping. Posisi ini sangat tidak baik untuk postur tubuh, karena ketika kepala diputar dan otot-otot rileks, ketegangan asimetris ditempatkan pada ligamen dan otot leher yang menyebabkan ketidakseimbangan.
6. Merokok
Orang yang merokok jauh lebih mungkin mengembangkan sakit punggung kronis daripada mereka yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri punggung dan perubahan postur secara signifikan terkait dengan merokok, mungkin karena kerusakan pembuluh darah pada struktur sensitif tulang belakang seperti diskus intervertebralis.
Klinik Vlife Medical
Vlife Medical spesialis rehabilitasi postur dengan Integrated Spine & Wellness Care: Spine Care koreksi postur, Decompression Table redakan tekanan diskus, Physiotherapy kuatkan otot. Paket: Decompression Table, Spine Care, Scoliosis Care, ESWT & Injury Recovery. Layanan: Spine Correction, Scoliosis Care, Decompression Non Invasif, Physiotherapy, Injury Recovery, Metabolic Wellness.
Evaluasi postur di cabang terdekat cegah kerusakan permanen.
Kesimpulan
6 aktivitas harian seperti duduk membungkuk, text neck, tas satu bahu merusak postur tubuh secara diam-diam, picu nyeri punggung dan skoliosis fungsional. Duduk lama tambah tekanan diskus 40%, text neck beban leher ekstrem.
Kemenkes tekankan ergonomis kerja cegah MSDs. Sadari kebiasaan, terapkan tips sederhana, perkuat otot inti. Jika nyeri muncul, konsultasi dokter/fisioterapis esensial hindari kronis. Vlife Medical bantu perbaiki postur aman efektif.





