Sejak tren Work From Home (WFH) semakin umum, banyak orang mulai mengeluhkan masalah yang sebelumnya jarang dirasakan. Salah satu yang paling sering muncul adalah nyeri leher.
Awalnya mungkin hanya terasa pegal di akhir hari kerja. Namun lama-kelamaan, leher menjadi lebih kaku, sulit menoleh, bahkan nyeri bisa menjalar ke bahu, punggung atas, hingga lengan.
Yang sering tidak disadari, keluhan ini bukan hanya akibat terlalu lama bekerja, tetapi juga karena posisi tubuh yang terus-menerus berada dalam postur yang kurang ideal selama berjam-jam setiap hari.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempengaruhi produktivitas, kualitas tidur, hingga aktivitas sehari-hari.
Kenapa WFH Sering Menyebabkan Nyeri Leher?
Saat bekerja dari rumah, banyak orang menggunakan meja makan, sofa, atau bahkan tempat tidur sebagai area kerja.
Akibatnya, posisi layar komputer atau laptop sering berada terlalu rendah sehingga kepala cenderung menunduk dalam waktu lama.
Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai forward head posture, yaitu posisi kepala yang berada lebih maju dari garis tubuh normal.
Semakin lama posisi ini dipertahankan, semakin besar beban yang harus ditanggung oleh otot dan sendi di area leher.
Tidak heran jika pada akhir hari kerja, leher mulai terasa tegang, pegal, dan nyeri.
Tanda-Tanda Leher Mulai Mengalami Overload
Nyeri leher akibat WFH biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Tubuh sering memberikan sinyal terlebih dahulu sebelum keluhan menjadi lebih berat.
Beberapa gejala yang sering dirasakan antara lain:
- Leher terasa kaku saat bangun tidur
- Sulit menoleh ke kanan atau kiri
- Bahu terasa berat dan tegang
- Sering mengalami sakit kepala bagian belakang
- Nyeri yang muncul setelah bekerja beberapa jam
- Kesemutan hingga ke bahu atau lengan pada kondisi tertentu
Jika keluhan mulai muncul hampir setiap hari, berarti tubuh sedang memberi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Duduk Terlalu Lama Ternyata Lebih Berbahaya dari yang Dibayangkan
Ada istilah populer yang sering digunakan para ahli kesehatan yaitu “Sitting is the New Smoking.”
Meski terdengar berlebihan, istilah ini muncul karena terlalu lama duduk dapat memberikan dampak negatif pada berbagai sistem tubuh, termasuk tulang belakang dan postur.
Ketika seseorang duduk selama 8–10 jam setiap hari tanpa variasi gerakan yang cukup, tekanan pada leher, punggung atas, dan pinggang akan terus meningkat.
Kondisi inilah yang membuat banyak pekerja WFH mulai mengalami nyeri muskuloskeletal meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
Apakah Nyeri Leher Bisa Menjadi Saraf Kejepit?
Tidak semua nyeri leher berarti saraf kejepit. Namun jika keluhan disertai kesemutan, rasa kebas, nyeri menjalar ke lengan, atau kelemahan otot tertentu, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan.
Dalam beberapa kasus, postur yang buruk selama bertahun-tahun dapat berkontribusi terhadap perubahan pada struktur tulang belakang leher dan meningkatkan risiko terjadinya tekanan pada saraf.
Karena itu, penting untuk mengetahui sumber keluhan secara tepat sebelum menentukan penanganan yang sesuai.
Solusi yang Bisa Mulai Dilakukan Sejak Sekarang
Langkah pertama adalah memperbaiki ergonomi area kerja.
Posisi monitor idealnya sejajar dengan pandangan mata sehingga kepala tidak perlu terus-menerus menunduk. Kursi juga sebaiknya mampu menopang punggung dengan baik dan memungkinkan posisi duduk yang lebih netral.
Selain itu, biasakan untuk berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit. Aktivitas sederhana seperti berjalan singkat atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi ketegangan yang menumpuk pada leher dan punggung.
Namun jika keluhan sudah berlangsung lama atau terus berulang meskipun posisi kerja sudah diperbaiki, kemungkinan ada faktor lain yang perlu dievaluasi.
Kenapa Nyeri Leher Sering Kambuh Meski Sudah Ganti Posisi Duduk?
Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan pasien.
Pada banyak kasus, masalahnya bukan hanya terletak pada posisi duduk hari ini, tetapi akumulasi tekanan yang sudah terjadi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Ketegangan jaringan, perubahan pola gerak tubuh, gangguan postur, hingga perubahan alignment tulang belakang dapat ikut berkontribusi terhadap munculnya keluhan.
Karena itu, memperbaiki posisi duduk saja terkadang tidak cukup jika sumber masalah yang mendasarinya belum diketahui.
Pendekatan Penanganan Nyeri Leher di Vlife Medical
Di Vlife Medical, penanganan nyeri leher tidak hanya berfokus pada mengurangi rasa sakit, tetapi juga memahami penyebab utama yang membuat keluhan terus berulang.
Proses dimulai dengan konsultasi dan evaluasi dokter secara menyeluruh, termasuk analisa postur tubuh, pemeriksaan fungsi gerak, serta evaluasi struktur tulang belakang apabila diperlukan.
Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat merekomendasikan Full Spine X-Ray untuk membantu memahami alignment tubuh secara lebih komprehensif.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menyusun treatment plan yang personalized sesuai kondisi masing-masing pasien.
Pendekatan terapi dapat mencakup Spine Correction untuk membantu mengoptimalkan alignment tubuh, Fascia Stretch Therapy (FST) untuk membantu mengurangi ketegangan jaringan dan meningkatkan mobilitas, serta program rehabilitasi medis dan fisioterapi sebagai terapi pendukung sesuai kebutuhan pasien.
Jangan Tunggu Sampai Produktivitas Mulai Terganggu
Banyak orang menganggap nyeri leher sebagai konsekuensi normal dari pekerjaan kantoran atau WFH.
Padahal tubuh sering kali sedang memberikan sinyal bahwa ada tekanan yang terus terjadi dan perlu diperhatikan.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah keluhan berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks di kemudian hari.
Konsultasi mudah! Hubungi kami di WhatsApp 081523653004 sekarang juga.
Perlu Evaluasi Postur & Tulang Belakang? Vlife Medical Siap Membantu
Lakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengetahui kondisi tubuh Anda secara menyeluruh.
Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:
- Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
- Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, Unit 230-231B, Jakarta Selatan
- Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51 & 1-52, Jakarta Utara
- Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade, Jakarta Utara
- Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, Unit S-32A, Tangerang, Banten
- Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo, Surabaya
- Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya
Jika Anda sering mengalami leher kaku, nyeri saat bekerja, atau keluhan yang terus berulang selama WFH, evaluasi yang tepat dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang lebih sesuai sebelum aktivitas sehari-hari semakin terganggu.





