Sakit Kepala Migrain Ternyata Bisa Berasal dari Leher: Ini Penjelasan Dokter

Banyak orang mengira migrain atau sakit kepala selalu berasal dari masalah di dalam kepala. Akibatnya, ketika nyeri muncul, solusi pertama yang dilakukan biasanya adalah mengonsumsi obat pereda nyeri dan beristirahat.

Padahal, pada sebagian orang, sakit kepala yang terasa berulang justru bisa dipicu oleh gangguan pada leher atau tulang belakang bagian atas. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena lokasi nyeri berada di kepala, sementara sumber masalahnya berada di area servikal (leher).

Jika Anda sering mengalami sakit kepala yang muncul setelah bekerja di depan komputer, menunduk terlalu lama, atau disertai leher yang terasa kaku, ada kemungkinan keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi leher dan postur tubuh.

Lalu, bagaimana hubungan antara leher dan sakit kepala? Berikut penjelasan yang perlu Anda ketahui.

Benarkah Sakit Kepala Bisa Berasal dari Leher?

Jawabannya, bisa. Dalam dunia medis, terdapat kondisi yang dikenal sebagai cervicogenic headache, yaitu sakit kepala yang berasal dari gangguan pada struktur leher. Selain itu, ketegangan otot leher juga dapat menjadi pemicu yang memperburuk migrain atau jenis sakit kepala lainnya pada sebagian orang.

Leher memiliki banyak otot, sendi, ligamen, dan saraf yang saling terhubung dengan bagian belakang kepala. Ketika struktur tersebut mengalami ketegangan atau gangguan, sinyal nyeri dapat dirasakan hingga ke kepala sehingga banyak orang mengira sumber masalahnya berasal dari otak.

Karena itu, tidak semua sakit kepala memiliki penyebab yang sama. Pemeriksaan yang tepat sangat penting untuk mengetahui sumber keluhan sebelum menentukan penanganan.

Apa Hubungan Leher dengan Sakit Kepala?

Leher merupakan penghubung antara kepala dan tubuh. Selain menopang berat kepala, area ini juga berperan menjaga keseimbangan serta memungkinkan berbagai gerakan seperti menoleh, menunduk, dan mendongak.

Saat posisi kepala terus-menerus berada di depan tubuh, misalnya karena bekerja di depan laptop atau terlalu lama menggunakan ponsel, otot dan sendi leher harus bekerja lebih keras untuk menopang beban tersebut.

Semakin lama posisi ini dipertahankan, semakin besar tekanan yang diterima oleh struktur di sekitar leher. Akibatnya, otot menjadi tegang, mobilitas berkurang, dan nyeri dapat menjalar ke bagian belakang kepala, pelipis, bahkan area sekitar mata.

Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang merasa sakit kepala muncul setelah seharian bekerja, meskipun tidak memiliki riwayat migrain sebelumnya.

Tanda Sakit Kepala yang Mungkin Berasal dari Leher

Tidak semua sakit kepala disebabkan oleh gangguan leher. Namun, ada beberapa ciri yang cukup sering ditemukan pada pasien dengan keluhan yang berkaitan dengan tulang belakang servikal.

Misalnya, sakit kepala yang diawali dengan leher terasa kaku, nyeri yang muncul dari bagian belakang kepala lalu menjalar ke depan, atau rasa tidak nyaman yang semakin berat setelah duduk lama.

Sebagian pasien juga mengeluhkan bahu terasa tegang, sulit menoleh ke samping, atau kepala terasa lebih ringan setelah leher dipijat atau diregangkan.

Jika pola keluhan seperti ini terus berulang, evaluasi pada area leher dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan yang mendasari.

Kebiasaan yang Sering Memicu Keluhan

Perubahan gaya hidup membuat keluhan leher dan sakit kepala semakin sering ditemukan, terutama pada pekerja kantoran dan pengguna gadget.

Duduk terlalu lama tanpa jeda, posisi layar yang terlalu rendah, kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel, serta postur kerja yang kurang ergonomis merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan ketegangan pada leher.

Kurangnya aktivitas fisik juga membuat otot penyangga leher menjadi lebih lemah sehingga tubuh lebih sulit mempertahankan posisi yang baik saat bekerja.

Jika kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari, tekanan pada leher akan terus menumpuk dan berpotensi memicu sakit kepala yang berulang.

Bagaimana Cara Mengurangi Sakit Kepala Akibat Leher?

Langkah pertama adalah memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Pastikan posisi layar laptop sejajar dengan pandangan mata agar kepala tidak terus-menerus menunduk. Gunakan kursi dengan sandaran yang baik dan hindari duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Luangkan waktu untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan setiap 30 hingga 60 menit. Aktivitas sederhana ini membantu mengurangi ketegangan pada otot leher dan memperbaiki sirkulasi darah.

Selain itu, olahraga yang berfokus pada penguatan otot leher, bahu, dan punggung juga dapat membantu menjaga stabilitas tulang belakang sehingga tekanan pada area servikal berkurang.

Namun, apabila sakit kepala tetap sering muncul meskipun kebiasaan sudah diperbaiki, pemeriksaan oleh tenaga medis menjadi langkah yang lebih tepat.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sakit kepala yang muncul sesekali biasanya tidak selalu menandakan kondisi yang serius.

Namun, Anda sebaiknya segera berkonsultasi apabila keluhan muncul semakin sering, tidak membaik dengan penanganan sederhana, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan juga dianjurkan jika sakit kepala disertai leher yang sangat kaku, nyeri menjalar ke bahu atau lengan, kesemutan, keterbatasan gerak, atau perubahan postur yang semakin terlihat.

Dengan evaluasi yang tepat, dokter dapat membantu membedakan apakah keluhan berasal dari ketegangan otot, gangguan sendi leher, atau penyebab lain yang memerlukan penanganan berbeda.

Bagaimana Pendekatan di Vlife Medical?

Di Vlife Medical, keluhan sakit kepala yang diduga berkaitan dengan leher tidak hanya ditangani berdasarkan lokasi nyerinya.

Dokter akan melakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengevaluasi keseimbangan tubuh, posisi kepala, mobilitas leher, fungsi sendi, serta kondisi tulang belakang secara menyeluruh. Bila diperlukan, pemeriksaan dapat dilengkapi dengan Full Spine X-Ray untuk membantu melihat alignment tulang belakang servikal.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dokter akan menyusun program penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pendekatan yang dapat direkomendasikan meliputi Spine Correction, fisioterapi, Fascia Stretch Therapy, Spinal Decompression Therapy, maupun rehabilitasi medis sesuai indikasi klinis.

Tujuannya bukan hanya membantu mengurangi nyeri kepala, tetapi juga memperbaiki fungsi leher, postur tubuh, dan mengurangi faktor yang berpotensi memicu keluhan berulang.

Jangan Hanya Fokus Mengobati Sakit Kepalanya

Sakit kepala memang dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari migrain, stres, kurang tidur, hingga gangguan pada leher. Karena itu, mengatasi rasa nyeri saja belum tentu menyelesaikan akar masalahnya.

Jika sakit kepala sering muncul bersamaan dengan leher yang kaku atau setelah beraktivitas dalam posisi tertentu, evaluasi terhadap kondisi tulang belakang dan postur tubuh dapat menjadi langkah penting untuk menemukan penyebab yang sebenarnya.

Semakin cepat sumber keluhan diketahui, semakin tepat pula penanganan yang dapat dilakukan.

Ingin tahu terapi yang paling cocok untuk keluhan Anda? Chat kami di 081523653004 sekarang!

Perlu Evaluasi Tulang Belakang? Vlife Medical Siap Membantu

Lakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengetahui kondisi tulang belakang, postur tubuh, serta fungsi gerak Anda secara menyeluruh.

Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya, di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, Jakarta Selatan
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, Tangerang
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Melalui evaluasi yang komprehensif, dokter akan membantu mengidentifikasi penyebab keluhan Anda dan menyusun rekomendasi terapi yang sesuai dengan kondisi tubuh. Dengan pendekatan yang tepat, tujuan penanganan bukan hanya mengurangi nyeri, tetapi juga membantu tubuh kembali bergerak lebih nyaman dan optimal.

Share: