Nyeri Punggung Setelah Long Flight? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Duduk berjam-jam di pesawat bisa terasa melelahkan, terutama jika penerbangan berlangsung lebih dari enam atau delapan jam. Tidak sedikit orang yang turun dari pesawat dengan punggung terasa kaku, pinggang pegal, leher tegang, atau bahkan nyeri saat mulai berjalan.

Keluhan ini cukup umum setelah perjalanan panjang. Penyebabnya bukan hanya karena kursi pesawat yang sempit, tetapi juga karena tubuh berada dalam posisi statis terlalu lama, ruang gerak terbatas, hingga perubahan kebiasaan tidur selama perjalanan.

Kabar baiknya, sebagian besar nyeri punggung setelah long flight dapat membaik dengan langkah sederhana. Namun jika keluhan terus berulang atau disertai gejala tertentu, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dipertimbangkan.

Kenapa Long Flight Bisa Bikin Punggung Sakit?

Tubuh manusia dirancang untuk bergerak, bukan duduk dalam satu posisi selama berjam-jam.

Saat berada di pesawat, pinggang dan punggung harus mempertahankan posisi yang sama dalam waktu lama. Otot penyangga tulang belakang menjadi lebih cepat lelah, sementara sendi dan jaringan di sekitar pinggang terasa lebih kaku.

Kondisi ini bisa semakin terasa jika posisi duduk terlalu membungkuk, kursi tidak menopang pinggang dengan baik, atau Anda tertidur dalam posisi yang membuat leher dan punggung tidak netral.

Kurangnya kesempatan berdiri dan berjalan juga membuat tubuh kehilangan variasi gerakan yang dibutuhkan agar tetap nyaman.

Posisi Duduk yang Kurang Ideal Bisa Memperparah Keluhan

Saat penerbangan panjang, banyak orang tanpa sadar mulai merosot di kursi, menyandarkan kepala ke satu sisi, atau duduk dengan pinggang tidak mendapat penopang yang cukup.

Jika posisi tersebut dipertahankan selama beberapa jam, tekanan pada area tertentu dapat meningkat.

Bagi penumpang yang sebelumnya sudah memiliki keluhan seperti HNP, nyeri pinggang kronis, atau postur yang kurang baik, perjalanan panjang juga dapat memicu kekambuhan karena tubuh menerima beban statis lebih lama dari biasanya.

Apa yang Bisa Dilakukan Selama Penerbangan?

Cara paling sederhana untuk mengurangi keluhan adalah tidak membiarkan tubuh berada dalam posisi yang sama terlalu lama.

Jika kondisi penerbangan memungkinkan, berdirilah dan berjalan singkat di lorong secara berkala. Anda juga dapat menggerakkan pergelangan kaki, meluruskan kaki, mengubah posisi duduk, atau melakukan peregangan ringan tanpa mengganggu penumpang lain.

Gunakan penopang kecil di area pinggang jika kursi terasa terlalu datar. Posisi layar dan perangkat juga sebaiknya diatur agar kepala tidak terus menunduk.

Tujuannya bukan mencari satu posisi “sempurna”, tetapi memberikan variasi gerakan selama perjalanan.

Setelah Turun Pesawat, Jangan Langsung Diam Lagi

Setelah long flight, tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri.

Berjalan ringan setelah turun pesawat dapat membantu mengurangi kekakuan. Setelah sampai di hotel atau rumah, lakukan aktivitas ringan dan peregangan lembut sesuai kenyamanan tubuh.

Hindari langsung melakukan aktivitas fisik berat jika pinggang masih terasa sangat kaku. Tubuh baru saja berada dalam posisi statis selama berjam-jam, sehingga memberikan waktu adaptasi biasanya lebih baik dibanding langsung memaksakan latihan.

Apakah Kompres atau Stretching Bisa Membantu?

Pada keluhan ringan, kompres hangat dapat membantu membuat otot terasa lebih rileks. Stretching ringan juga bisa dilakukan untuk membantu mengembalikan mobilitas setelah perjalanan.

Namun, peregangan sebaiknya tidak dilakukan secara agresif.

Jika suatu gerakan justru membuat nyeri semakin berat atau menimbulkan rasa menjalar ke bokong maupun kaki, hentikan dan jangan memaksakan tubuh.

Yang perlu diingat, stretching dapat membantu mengurangi kekakuan, tetapi tidak menyelesaikan semua penyebab nyeri punggung.

Kapan Nyeri Setelah Long Flight Perlu Diperiksa?

Nyeri ringan yang muncul setelah penerbangan biasanya membaik setelah tubuh kembali aktif bergerak.

Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, terus berulang setiap kali bepergian, atau mulai membatasi aktivitas.

Perhatian lebih diperlukan jika nyeri menjalar ke kaki, disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan.

Jika terdapat gangguan kontrol buang air kecil atau besar, mati rasa di area selangkangan, atau kelemahan yang memburuk cepat, segera cari pertolongan medis.

Bagaimana Pendekatan di Vlife Medical?

Di Vlife Medical, nyeri punggung setelah perjalanan panjang tidak hanya dinilai berdasarkan lokasi rasa sakit.

Dokter akan melakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengevaluasi postur tubuh, pola gerak, mobilitas, keseimbangan otot, serta fungsi tulang belakang secara menyeluruh.

Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang untuk membantu memahami kondisi pasien lebih lengkap.

Berdasarkan hasil evaluasi, program dapat melibatkan Spine Correction, fisioterapi, Fascia Stretch Therapy, Spinal Decompression Therapy, maupun latihan rehabilitasi sesuai indikasi.

Tujuannya bukan hanya membantu mengurangi keluhan setelah perjalanan, tetapi juga memahami faktor yang membuat nyeri mudah muncul agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas dan perjalanan berikutnya.

Jangan Biarkan Liburan atau Business Trip Terganggu Nyeri Punggung

Long flight memang sulit dihindari bagi Anda yang sering bepergian untuk pekerjaan maupun liburan. Namun, duduk berjam-jam bukan berarti nyeri punggung harus dianggap sebagai bagian normal dari perjalanan.

Bergerak secara berkala, memperhatikan posisi duduk, dan memberikan tubuh waktu untuk kembali aktif setelah turun pesawat dapat membantu mengurangi keluhan.

Jika nyeri terus muncul setiap kali melakukan perjalanan jauh, mungkin ada faktor lain pada postur, mobilitas, atau tulang belakang yang perlu dievaluasi.

Chat dokter kami lewat WhatsApp 081523653004 untuk jadwal pemeriksaan awal.

Perlu Evaluasi Tulang Belakang? Vlife Medical Siap Membantu

Lakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengetahui kondisi tulang belakang, postur tubuh, serta fungsi gerak Anda secara menyeluruh.

Vlife Medical tersedia di beberapa lokasi strategis:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, Surabaya

Melalui evaluasi yang komprehensif, dokter akan membantu mengidentifikasi apakah keluhan berkaitan dengan kekakuan akibat perjalanan, postur, gangguan saraf, atau kondisi lain pada sistem muskuloskeletal. Rekomendasi terapi kemudian disusun sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

Share: