Banyak orang mengira skoliosis hanya terjadi pada anak dan remaja. Akibatnya, tidak sedikit orang baru sadar memiliki kelengkungan tulang belakang saat sudah dewasa, biasanya setelah mulai sering mengalami nyeri punggung, bahu tidak sejajar, tubuh terasa miring, atau postur semakin terlihat tidak simetris.
Pertanyaan yang kemudian muncul biasanya sama: “Kalau sudah dewasa, masih bisa diobati nggak?”
Jawabannya, masih bisa ditangani. Namun, tujuan terapinya perlu realistis. Pada orang dewasa, penanganan skoliosis biasanya tidak hanya berfokus pada besar kecilnya kurva, tetapi juga pada nyeri, postur, mobilitas, keseimbangan tubuh, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Kenapa Skoliosis Baru Ketahuan Saat Dewasa?
Skoliosis tidak selalu menimbulkan rasa sakit sejak awal. Pada sebagian orang, kelengkungan sudah muncul sejak masa remaja tetapi tidak pernah diperiksa karena perubahan posturnya relatif ringan.
Baru setelah memasuki usia dewasa, keluhan mulai terasa lebih jelas.
Ada juga kondisi skoliosis yang berkembang seiring perubahan degeneratif pada tulang belakang saat usia bertambah. Karena itu, skoliosis pada orang dewasa tidak selalu memiliki perjalanan yang sama dengan skoliosis pada remaja.
Tanda yang sering membuat seseorang mulai sadar antara lain bahu tidak sejajar, salah satu pinggang terlihat lebih tinggi, tubuh cenderung condong ke satu sisi, atau punggung terlihat tidak simetris saat bercermin.
Apakah Skoliosis Dewasa Bisa Diluruskan?
Ini salah satu pertanyaan yang perlu dijawab dengan hati-hati.
Pada orang dewasa, struktur tulang sudah mencapai kematangan sehingga pendekatan terapinya berbeda dengan anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Karena itu, target terapi biasanya bukan menjanjikan tulang belakang menjadi benar-benar lurus. Fokusnya lebih realistis: membantu meningkatkan fungsi tubuh, memperbaiki kontrol postur, menjaga mobilitas, mengurangi nyeri, serta membantu pasien menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.
Pada kondisi tertentu, perubahan postur dan keseimbangan tubuh memang dapat terlihat setelah menjalani program rehabilitasi. Namun hasil setiap pasien berbeda tergantung kondisi awal.
Apa Keluhan yang Sering Dialami?
Tidak semua orang dewasa dengan skoliosis mengalami nyeri.
Namun pada sebagian pasien, perubahan alignment tulang belakang dapat membuat beban tubuh menjadi tidak seimbang. Akibatnya, otot pada satu sisi bekerja lebih keras dan mudah mengalami ketegangan.
Keluhan yang sering muncul meliputi nyeri punggung atau pinggang, tubuh cepat lelah saat duduk atau berdiri lama, punggung terasa kaku, hingga postur yang semakin sulit dipertahankan.
Pada kondisi tertentu, perubahan degeneratif di sekitar tulang belakang juga dapat memengaruhi saraf sehingga muncul kesemutan, mati rasa, atau nyeri yang menjalar ke tungkai.
Jadi, Terapi Apa yang Bisa Dilakukan?
Penanganan skoliosis dewasa harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Program dapat melibatkan fisioterapi dan latihan terapeutik untuk membantu meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, serta kontrol gerak.
Pada beberapa pasien, pendekatan seperti Spine Correction dan terapi jaringan lunak dapat menjadi bagian dari program rehabilitasi berdasarkan hasil evaluasi dokter.
Jika terdapat keluhan yang berkaitan dengan tekanan pada struktur tertentu di tulang belakang, terapi lain juga dapat dipertimbangkan bila memang sesuai indikasi.
Intinya, terapi skoliosis dewasa sebaiknya tidak menggunakan pendekatan “satu program untuk semua”.
Apakah Masih Perlu Latihan Core?
Ya, pada banyak pasien latihan penguatan otot inti dapat menjadi bagian penting dari rehabilitasi.
Otot core membantu menjaga stabilitas tubuh saat duduk, berdiri, berjalan, maupun melakukan aktivitas fisik.
Namun, latihan untuk pasien skoliosis sebaiknya tidak hanya berupa plank atau sit-up sebanyak mungkin. Pola kurva, mobilitas, kekuatan tubuh, serta gejala yang dialami perlu dipertimbangkan agar latihan tidak menambah kompensasi.
Karena itu, program latihan idealnya diberikan setelah evaluasi.
Kapan Skoliosis Dewasa Perlu Diperiksa?
Jika Anda baru menyadari perubahan postur, tidak perlu langsung panik. Namun evaluasi tetap penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan terutama jika terdapat nyeri yang terus berulang, tubuh terasa semakin tidak seimbang, aktivitas mulai terbatas, atau muncul kesemutan dan nyeri menjalar.
Evaluasi juga berguna untuk mengetahui apakah skoliosis merupakan kondisi yang sudah lama ada atau terdapat perubahan degeneratif lain yang ikut berkontribusi terhadap keluhan.
Bagaimana Pendekatan di Vlife Medical?
Di Vlife Medical, pasien dewasa dengan skoliosis akan menjalani Posture & Spine Evaluation terlebih dahulu.
Dokter akan mengevaluasi postur tubuh, keseimbangan bahu dan panggul, pola gerak, mobilitas, serta keluhan yang dialami pasien. Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan Full Spine X-Ray untuk membantu melihat pola dan derajat kelengkungan tulang belakang secara lebih lengkap.
Berdasarkan hasil tersebut, program terapi akan disusun secara personal.
Pendekatan dapat melibatkan Spine Correction, fisioterapi, latihan terapeutik, Fascia Stretch Therapy, maupun rehabilitasi lain sesuai indikasi dan kebutuhan pasien.
Tujuannya bukan memberikan janji bahwa seluruh kurva akan hilang, tetapi membantu pasien mencapai fungsi tubuh yang lebih baik, postur yang lebih terkontrol, serta aktivitas yang lebih nyaman.
Sudah Dewasa Bukan Berarti Terlambat
Mengetahui skoliosis saat sudah dewasa memang bisa membuat khawatir, terutama jika selama ini tidak pernah menjalani pemeriksaan.
Namun, usia dewasa bukan berarti tidak ada lagi yang dapat dilakukan.
Dengan evaluasi yang tepat, pasien masih dapat menjalani program yang berfokus pada pengelolaan nyeri, peningkatan mobilitas, penguatan tubuh, dan perbaikan fungsi gerak.
Yang penting adalah memiliki target yang realistis dan tidak membandingkan hasil dengan pasien lain.
Chat dokter kami lewat WhatsApp 081523653004 untuk jadwal pemeriksaan awal.
Baru Sadar Punya Skoliosis? Vlife Medical Siap Membantu
Lakukan Posture & Spine Evaluation untuk mengetahui kondisi tulang belakang, postur tubuh, serta fungsi gerak secara lebih menyeluruh.
Vlife Medical tersedia di beberapa lokasi strategis:
- Vlife Medical PIK Avenue Mall, Jakarta Utara
- Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan
- Vlife Medical Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara
- Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Jakarta Utara
- Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang
- Vlife Medical Galaxy Mall 3, Surabaya
- Vlife Medical Pakuwon Mall, Surabaya
Melalui evaluasi yang komprehensif, dokter akan membantu memahami kondisi skoliosis Anda dan menyusun rekomendasi terapi berdasarkan tingkat kelengkungan, keluhan, mobilitas, serta kebutuhan aktivitas sehari-hari. Jadi, meski baru sadar saat dewasa, masih ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh bergerak dan berfungsi dengan lebih baik.





