Usia lanjut sering kali membawa perubahan pada postur tubuh, tapi banyak masalah postur tubuh berasal dari kebiasaan sehari-hari yang tak terlihat berbahaya. Di Indonesia, sekitar 20-40 persen lansia mengalami kifosis atau bungkuk akibat faktor seperti degenerasi tulang dan postur buruk yang menumpuk bertahun-tahun.
Menurut data Kementerian Kesehatan, penurunan fungsi muskuloskeletal pada lansia berkontribusi pada keluhan low back pain yang mencapai 3,71 persen kasus nasional, sering dipicu oleh kebiasaan salah dalam aktivitas harian. Kondisi ini tak hanya menyebabkan nyeri, tapi juga gangguan keseimbangan yang berisiko jatuh.
Di bawah ini adalah 7 kebiasaan paling umum pada lansia yang ternyata dapat memperburuk postur tubuh jika tidak dikoreksi dengan tepat.
1. Duduk Terlalu Lama dalam Posisi yang Sama
Lansia sering menghabiskan waktu membaca, menonton TV, atau bersantai di kursi favorit.
Tanpa disadari, kebiasaan duduk terlalu lama membuat otot pinggang dan punggung melemah, menyebabkan:
- Pinggang kaku
- Punggung membungkuk
- Tekanan pada saraf lumbar
Dan semakin jarang bergerak, semakin cepat postur berubah.
2. Menunduk saat Menggunakan HP
Bukan hanya anak muda yang kecanduan ponsel—banyak lansia juga menghabiskan waktu menatap layar untuk chat keluarga, membaca berita, atau melihat foto cucu.
Masalahnya, kebiasaan menunduk memberi beban 3–5 kali lebih berat pada tulang leher, menyebabkan:
- Leher pegal
- Bahu turun
- Tekanan saraf meningkat
Inilah penyebab umum “turtle neck posture”.
3. Berjalan dengan Punggung Membungkuk
Seiring melemahnya otot punggung atas, banyak lansia mulai berjalan dengan posisi membungkuk atau menunduk. Jika dilakukan setiap hari, kebiasaan ini mempercepat:
- Penurunan tinggi badan
- Perubahan struktur tulang belakang
- Ketegangan di punggung bawah dan leher
4. Mengangkat Barang dengan Cara yang Salah
Lansia sering tetap ingin mandiri, termasuk mengangkat galon kecil, belanjaan, atau memindahkan barang di rumah. Namun, mengangkat tanpa menekuk lutut dapat:
- Menarik bantalan L4–L5
- Memicu saraf kejepit
- Membuat pinggang terasa “nyetrum”
5. Posisi Tidur yang Tidak Tepat
Tidur menumpuk bantal, tidur miring tanpa penyangga lutut, atau tidur dengan kasur yang sudah kempes dapat memicu:
- Nyeri punggung saat bangun
- Panggul miring
- Leher kaku
6. Memakai Alas Kaki yang Tidak Menyokong
Banyak lansia memakai sandal tipis karena nyaman. Padahal, alas kaki tanpa penyangga dapat membuat:
- Telapak kaki cepat lelah
- Tekanan berlebih pada panggul
- Tulang belakang kompensasi miring
7. Terlalu Sering Menahan Nyeri & Tidak Mau Bergerak
Karena takut sakit atau cedera, banyak lansia memilih untuk tidak bergerak ketika pinggang atau leher mulai terasa nyeri.
Padahal, justru kurang bergerak membuat otot semakin melemah, sehingga postur semakin mudah berubah dan saraf lebih mudah terjepit.
Semakin pasif tubuh, semakin besar risiko nyeri bertambah parah.
Kenapa Kebiasaan Ini Harus Ditangani?
Jika dibiarkan, kebiasaan kecil ini dapat menyebabkan:
- Postur bungkuk permanen
- Pinggul miring
- Nyeri pinggang kronis
- Tekanan saraf L4–L5
- Keseimbangan tubuh menurun
- Risiko jatuh lebih tinggi
Bahkan keluhan yang dulu hanya “pegal sedikit” bisa berubah menjadi nyeri yang membatasi aktivitas harian.
Di Sinilah Vlife Medical Hadir untuk Membantu.
Kabar baiknya, perubahan postur dan keluhan akibat kebiasaan jangka panjang masih bisa diperbaiki secara alami, selama ditangani dengan metode yang tepat.
Di Vlife Medical, rehabilitasi postur pada lansia dilakukan melalui pendekatan non-invasif, meliputi:
-
Spine Correction / Adjustment, untuk mengembalikan posisi tulang belakang yang mulai bergeser.
-
Decompression Table Therapy, untuk membuka ruang saraf yang terjepit (sering terjadi di L4–L5 atau leher).
-
Fascia Stretching Therapy, untuk melepas kekakuan otot yang terbentuk akibat kebiasaan buruk.
-
Latihan Rehabilitatif yang Dipersonalisasi, aman untuk lansia, membantu memperkuat otot agar postur tidak kembali memburuk.
-
Modalitas Fisioterapi Modern, seperti TENS, ultrasound, infrared, dan laser untuk mengurangi nyeri dan inflamasi.
Semua terapi dilakukan tanpa obat, tanpa suntikan, tanpa operasi, sehingga aman untuk lansia dengan kondisi medis tertentu.
Ingin Membantu Orang Tua Memperbaiki Postur dan Mengurangi Nyeri?
Lakukan Posture & Spine Evaluation di Vlife Medical untuk mendapatkan solusi paling aman dan sesuai kebutuhan lansia.
Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:
- Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
- Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
- Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
- Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
- Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
- Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
- Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya
Butuh panduan terapi yang tepat? Tim kami siap membantu di WA 081523653004.
Solusi Vlife Medical untuk Postur Optimal
Vlife Medical spesialis rehabilitasi tulang belakang dengan metode non-invasif unggul seperti Decompression Therapy dan Spine Correction Program, ideal koreksi masalah postur tubuh lansia tanpa operasi.
Paket perawatan relevan termasuk Decompression Table, Spine Care, Scoliosis Care, serta ESWT & Injury Recovery Program. Layanan utama seperti Physiotherapy, Scoliosis Care, dan Injury Recovery Program bantu pulihkan alignment alami.
Kunjungi cabang terdekat, misalnya Vlife Medical PIK Avenue di Jakarta Utara atau Pondok Indah Mall, untuk konsultasi gratis dan penilaian postur personal.
Kesimpulan
Tujuh kebiasaan sehari-hari ini sering luput dari perhatian, tapi akumulasi picu masalah postur tubuh serius pada lansia. Dari duduk membungkuk hingga kurang gerak, perubahan kecil seperti latihan rutin dan teknik benar bisa cegah dampak jangka panjang seperti nyeri dan jatuh.
Keluarga punya peran besar ingatkan dan dampingi lansia terapkan postur baik. Rehabilitasi dini melalui pendekatan profesional jaga kemandirian hingga usia lanjut.
Prioritaskan kesehatan tulang belakang dengan konsultasi dokter. Mulai ubah kebiasaan hari ini demi postur sehat dan hidup aktif besok.





