Membunyikan tulang atau sendi sendiri (self cracking) menjadi kebiasaan banyak orang, mulai dari “mengletukkan” jari tangan, memutar leher, sampai membungkukkan punggung untuk mencari sensasi lega sesaat. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal sistem muskuloskeletal terdiri dari tulang, sendi, otot, ligamen, dan saraf yang bekerja sangat terkoordinasi sehingga manipulasi berulang tanpa pengawasan bukan hal yang sepenuhnya aman.
Membunyikan tulang sendiri atau yang sering disebut sebagai self cracking sendi adalah kebiasaan yang banyak dilakukan, mulai dari membunyikan jari tangan, leher, punggung, hingga lutut. Aktivitas ini sering dianggap sepele dan memberi rasa lega sesaat. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan sistem muskuloskeletal.
Yuk, simak penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat tulang dibunyikan dan mengapa self cracking tanpa arahan profesional perlu diwaspadai.
Apa Itu Self Cracking?
Self cracking adalah kebiasaan membunyikan sendi secara sengaja dengan menggerakkan bagian tubuh sampai terdengar bunyi “krek” atau “klik”, tanpa bantuan tenaga kesehatan. Kebiasaan ini bisa terjadi di jari, pergelangan tangan, leher, punggung, pinggang, hingga lutut.
Sebagian orang melakukannya saat merasa kaku, lelah, atau tegang, dan merasakan sensasi lega sesaat setelah sendi berbunyi. Namun rasa nyaman ini sering membuat orang mengulang kebiasaan self cracking berkali-kali tanpa menyadari potensi risikonya.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Tulang Dibunyikan
Bunyi “krek” yang terdengar saat sendi dibunyikan berasal dari beberapa mekanisme di dalam sendi, antara lain:
- Kavitasi gas sinovial, yaitu pecahnya gelembung gas seperti nitrogen dan karbon dioksida di dalam cairan sinovial akibat perubahan tekanan mendadak.
- Gesekan antar jaringan, seperti tendon atau ligamen yang melintasi permukaan tulang.
- Pergerakan abnormal sendi, terutama pada sendi yang terlalu longgar atau tidak sejajar.
Meskipun bunyi tersebut tidak selalu menandakan adanya kerusakan langsung, kebiasaan membunyikan tulang secara berulang dan tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah pada struktur sendi dan jaringan penyangganya.
Bahaya Self Cracking Tanpa Arahan Profesional
1. Risiko Instabilitas Sendi
Sendi yang sering dibunyikan, terutama dengan gerakan paksa pada leher atau punggung, dapat mengalami pelonggaran ligamen. Ligamen berfungsi menjaga kestabilan sendi. Jika ligamen meregang berlebihan akibat manipulasi terus-menerus, stabilitas sendi akan terganggu dan berisiko menyebabkan:
- Subluksasi atau pergeseran sendi parsial
- Permobilitas
- Percepatan degenerasi sendi
2. Kerusakan Struktur Sendi
Manipulasi sendi tanpa teknik dan evaluasi yang tepat dapat merusak struktur sendi. Contohnya, membunyikan leher secara mendadak berisiko mencederai cakram intervertebralis dan dapat memicu herniasi diskus atau saraf terjepit.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa tekanan berlebihan pada sendi leher dapat berdampak pada arteri vertebralis dan meningkatkan risiko gangguan serius pada kondisi tertentu.
3. Risiko Radang Sendi
Walaupun penelitian terkait masih beragam, pada beberapa individu dengan kebiasaan membunyikan sendi jari ditemukan gejala seperti:
- Nyeri sendi
- Kekakuan
- Pembengkakan
Kebiasaan ini, terutama bila dilakukan dengan tekanan tinggi dan berulang, diduga dapat mempercepat keausan tulang rawan yang berperan dalam terjadinya osteoartritis.
4. Ketidakseimbangan Otot dan Postur
Sering membunyikan tulang belakang atau leher dapat menyebabkan ketidakseimbangan kerja otot. Otot tertentu menjadi terlalu aktif, sementara otot lain melemah. Kondisi ini dapat menimbulkan:
- Gangguan postur tubuh
- Peningkatan risiko skoliosis
- Nyeri kronis pada punggung, leher, atau bahu
Banyak kasus nyeri otot dan postur buruk ditemukan pada individu yang terbiasa membunyikan punggung secara sembarangan.
5. Ketergantungan dan Gangguan Psikologis
Self cracking juga dapat berkembang menjadi kebiasaan kompulsif. Beberapa orang merasa tidak nyaman atau gelisah jika tidak membunyikan tulang dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini dapat memicu:
- Gangguan kecemasan ringan
- Perilaku kompulsif berulang
- Gangguan fokus
Kebiasaan ini berbahaya jika dilakukan pada situasi yang tidak tepat, seperti saat mengemudi atau bekerja, karena dapat meningkatkan risiko cedera.
Mengapa Vlife Medical Tepat untuk Keluhan Self Cracking dan Nyeri Tulang Belakang
Vlife Medical berfokus pada rehabilitasi tulang belakang, fisioterapi, pemulihan cedera, dan terapi metabolik dengan pendekatan komprehensif. Pendekatan ini sangat relevan bagi Anda yang sering melakukan self cracking karena merasa kaku atau nyeri di leher dan punggung.
Keunggulan metode perawatan di Vlife Medical meliputi:
- Pendekatan non-invasif yang mengutamakan koreksi fungsi dan stabilitas sendi secara bertahap, bukan sekadar mengejar bunyi sendi
- Evaluasi menyeluruh oleh tenaga profesional untuk menilai postur, pola gerak, dan faktor risiko tiap individu
- Program terapi yang dipersonalisasi, menggabungkan teknologi modern dengan latihan rehabilitatif dan edukasi gaya hidup
Jangan biarkan nyeri mengganggu aktivitas Anda konsultasi gratis di 081523653004.
Penutup
Membunyikan tulang mungkin terasa nyaman sesaat, tetapi risiko jangka panjangnya tidak bisa diabaikan. Ketidakseimbangan sendi, kerusakan struktur, hingga gangguan postur dapat terjadi jika kebiasaan ini terus dilakukan tanpa pengawasan profesional.
Self cracking memang terasa lega sesaat, tetapi kebiasaan ini menyimpan sejumlah risiko, terutama bila dilakukan berulang, agresif, dan tanpa memahami kondisi sendi dan tulang belakang sendiri. Mekanisme bunyi sendi terkait kavitasi cairan sinovial, gesekan jaringan, dan pergerakan sendi yang tidak selalu berbahaya, tetapi manipulasi berlebihan dapat memicu instabilitas sendi, memperburuk nyeri, dan memengaruhi postur jangka panjang.
Jika Anda sering merasa perlu membunyikan leher, punggung, atau sendi lainnya, sebaiknya lakukan evaluasi oleh tenaga medis atau fisioterapis berpengalaman. Penanganan yang tepat akan membantu mengatasi sumber ketegangan secara aman tanpa membahayakan kesehatan tulang dan sendi Anda.





