Sciatica pada Pekerja Kantoran: Dampak Duduk Lama & Solusi Terapi yang Tepat

Bekerja 8–10 jam di depan laptop sudah menjadi rutinitas banyak pekerja kantoran. Meeting panjang, deadline bertumpuk, perjalanan pulang-pergi yang melelahkan, semuanya membuat tubuh jarang benar-benar bergerak.

Awalnya hanya terasa pegal di pinggang. Namun lama-kelamaan muncul rasa nyeri yang menjalar dari punggung bawah ke bokong hingga kaki. Kadang disertai kesemutan atau rasa seperti tertarik. Jika Anda mengalami hal ini, bisa jadi itu adalah sciatica.

Apa Itu Sciatica?

Sciatica adalah nyeri yang terjadi akibat tekanan atau iritasi pada saraf sciatic, saraf terpanjang di tubuh yang memanjang dari punggung bawah hingga ke kaki.

Pada pekerja kantoran, tekanan ini sering terjadi di area tulang belakang bagian bawah (lumbar), terutama pada segmen L4-L5 atau L5-S1. Duduk terlalu lama dalam posisi yang kurang ideal dapat meningkatkan beban pada bantalan tulang belakang (disc), yang dalam jangka panjang dapat menekan saraf.

Mengapa Duduk Lama Memicu Sciatica?

Posisi duduk statis dalam waktu lama memberikan tekanan konstan pada punggung bawah. Jika ditambah dengan:

  • Postur membungkuk
  • Bahu condong ke depan
  • Pinggang tidak tersangga dengan baik
  • Kurangnya aktivitas peregangan

maka tekanan pada disc semakin besar. Otot-otot sekitar pinggul dan punggung menjadi tegang, sementara otot inti (core) melemah. Kombinasi inilah yang dapat memicu atau memperburuk sciatica.

Banyak pekerja pria mengabaikan gejala awal karena merasa masih bisa beraktivitas. Padahal, jika dibiarkan, nyeri bisa menjadi kronis dan mengganggu produktivitas.

Gejala Sciatica yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda khas sciatica antara lain:

  • Nyeri menjalar dari pinggang ke satu sisi kaki
  • Rasa kesemutan atau kebas di paha atau betis
  • Nyeri memburuk saat duduk lama
  • Sulit berdiri tegak setelah duduk
  • Sensasi tertarik saat berjalan atau bangun dari kursi

Jika keluhan berlangsung lebih dari 1–2 minggu atau semakin mengganggu aktivitas kerja, evaluasi medis sangat dianjurkan.

Mengapa Obat Saja Tidak Cukup?

Obat anti-nyeri dapat membantu meredakan gejala sementara, tetapi tidak mengurangi tekanan struktural pada saraf. Selama sumber tekanannya masih ada, baik karena disc maupun alignment tulang belakang, nyeri berpotensi kembali.

Karena itu, pendekatan yang lebih menyeluruh diperlukan untuk mengatasi akar masalahnya.

Solusi Terapi yang Tepat untuk Pekerja Kantoran

Penanganan sciatica yang efektif biasanya melibatkan kombinasi terapi, antara lain:

  • Evaluasi Struktur Tulang Belakang

Pemeriksaan postur dan fungsi gerak untuk mengetahui sumber tekanan pada saraf.

  • Spine Correction

Membantu mengoptimalkan alignment tulang belakang sehingga tekanan mekanis berkurang.

  • Decompression Therapy

Terapi non-invasif yang memberikan traksi terkontrol pada tulang belakang untuk membantu mengurangi tekanan pada disc dan saraf.

  • Latihan Core & Rehabilitasi

Menguatkan otot penopang tulang belakang agar nyeri tidak mudah kambuh.

  • Edukasi Postur Kerja

Penyesuaian posisi duduk dan kebiasaan kerja untuk mencegah beban berlebih pada punggung bawah.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meredakan nyeri, tetapi juga membantu memulihkan fungsi tubuh secara bertahap.

Jangan Tunggu Sampai Produktivitas Terganggu

Bagi pekerja pria yang aktif, sciatica bukan hanya soal rasa nyeri, tetapi juga soal performa kerja dan kualitas hidup. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan yang optimal.

Jika Anda mengalami nyeri menjalar dari pinggang ke kaki dan tidak kunjung membaik, evaluasi tulang belakang dapat menjadi langkah awal untuk kembali bergerak dan bekerja dengan nyaman.

Jangan biarkan nyeri mengganggu aktivitas Anda konsultasi gratis di 081523653004.

Share: