Seiring bertambahnya usia, keluhan nyeri punggung menjadi semakin umum. Banyak lansia menganggapnya sebagai bagian “wajar” dari proses penuaan. Padahal, nyeri punggung yang terus-menerus bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja.
Rasa sakit saat berdiri lama, sulit bangun dari duduk, hingga nyeri menjalar ke kaki bisa mengganggu kualitas hidup dan membatasi aktivitas harian. Kabar baiknya, terdapat pendekatan terapi yang aman dan non-operatif untuk membantu mengurangi keluhan ini.
Mengapa Lansia Rentan Mengalami Nyeri Punggung?
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab nyeri punggung pada lansia antara lain:
- Degenerasi bantalan tulang belakang (disc)
- Penurunan kepadatan tulang
- Postur yang semakin membungkuk
- Otot inti yang melemah
- Saraf terjepit di area lumbar (L4-L5 atau L5-S1)
Selain itu, aktivitas sederhana seperti duduk terlalu lama atau mengangkat barang ringan pun bisa memicu nyeri karena struktur tubuh tidak lagi sekuat saat usia muda.
Apakah Nyeri Punggung pada Lansia Harus Dioperasi?
Tidak selalu. Sebagian besar kasus nyeri punggung pada lansia dapat ditangani secara non-operatif, terutama jika tidak terdapat kondisi darurat seperti gangguan saraf berat.
Pendekatan non-invasif lebih dipilih karena:
- Risiko lebih rendah dibanding operasi
- Tidak memerlukan waktu pemulihan panjang
- Minim efek samping
- Lebih aman untuk kondisi kesehatan lansia yang mungkin memiliki komorbid
Pendekatan Terapi yang Aman untuk Lansia
Terapi untuk lansia harus dilakukan dengan teknik yang lembut, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi tulang yang lebih rapuh.
Beberapa pendekatan yang umum digunakan meliputi:
1️⃣ Evaluasi Medis Terlebih Dahulu
Pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sumber nyeri, apakah berasal dari sendi, disc, saraf, atau ketegangan otot.
2️⃣ Spine Correction yang Lembut
Teknik koreksi tulang belakang dilakukan secara hati-hati dengan tekanan yang disesuaikan usia dan kondisi pasien. Tujuannya membantu mengurangi tekanan pada sendi dan saraf.
3️⃣ Decompression Therapy
Terapi traksi terkontrol untuk membantu mengurangi tekanan pada saraf terjepit, terutama pada kasus nyeri menjalar ke kaki.
4️⃣ Latihan Rehabilitasi Bertahap
Penguatan otot inti dan latihan stabilisasi ringan untuk membantu menjaga hasil terapi dan mencegah kekambuhan.
Pendekatan bertahap ini bertujuan memperbaiki fungsi tubuh secara perlahan dan aman.
Mengapa Konsistensi Terapi Penting?
Pada lansia, perbaikan struktur dan fungsi tubuh tidak terjadi secara instan. Terapi biasanya dilakukan dalam beberapa fase untuk memastikan:
- Nyeri berkurang secara bertahap
- Mobilitas meningkat
- Postur menjadi lebih stabil
- Risiko kambuh lebih rendah
Konsistensi menjadi kunci agar hasil yang dicapai lebih bertahan lama.
Pendekatan Terintegrasi di Vlife Medical
Sebagai klinik Spine Care, Vlife Medical menyediakan penanganan nyeri punggung lansia melalui pendekatan non-operatif yang aman dan terstruktur.
Setiap pasien menjalani evaluasi dokter terlebih dahulu untuk memahami kondisi tulang belakang secara menyeluruh. Bila diperlukan, dilakukan analisa berbasis pemeriksaan radiologis untuk memastikan terapi yang diberikan tepat sasaran.
Penanganan kemudian dapat dikombinasikan antara Spine Correction yang lembut, Decompression Table Therapy, serta fisioterapi rehabilitatif yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan pasien.
Seluruh terapi dilakukan tanpa operasi dan tanpa ketergantungan obat jangka panjang, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup secara bertahap.
Jangan Anggap Nyeri sebagai Hal “Biasa”
Nyeri punggung pada lansia bukan sekadar tanda penuaan. Dengan evaluasi yang tepat dan terapi yang sesuai, banyak pasien dapat kembali bergerak lebih nyaman dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Jika orang tua Anda atau Anda sendiri mengalami nyeri punggung yang tidak kunjung membaik, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Konsultasikan masalah nyeri punggung Anda hari ini melalui WhatsApp 081523653004.





