Apa-Itu-Spinal-Decompression-Therapy-dan-Mengapa-Penting.webp

Banyak kasus nyeri punggung dan saraf kejepit disebabkan oleh tekanan berlebih di antara bantalan tulang belakang yang menekan saraf di sekitarnya. Salah satu cara efektif dan aman untuk mengurangi tekanan tersebut adalah Spinal Decompression Therapy.

Terapi ini merupakan metode medis non-invasif yang menggunakan alat khusus bernama Decompression Table. Tujuannya, meregangkan tulang belakang secara lembut dan terukur untuk membuka ruang antar ruas tulang sehingga tekanan pada saraf berkurang dan sirkulasi darah meningkat.

Dengan mengembalikan jarak alami antar tulang belakang, nutrisi kembali mengalir ke bantalan tulang, membantu regenerasi jaringan, dan mengurangi nyeri secara natural tanpa obat maupun operasi.

Siapa yang Membutuhkan Spinal Decompression Therapy?

Terapi ini biasanya direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi:

  • HNP (Herniasi Diskus) ringan hingga sedang

  • Subluksasi cervical dan lumbal

  • Facet Joint Syndrome

  • Degenerasi bantalan tulang akibat penuaan atau postur buruk

  • Linu panggul (sciatica)

  • Tekanan saraf dari punggung bawah

Sebelum terapi dimulai, dilakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan area yang bermasalah dan program traksi yang paling sesuai.

Proses Terapi

Pasien berbaring di atas Decompression Table, dan setiap sesi berlangsung sekitar 30 menit. Banyak pasien menggambarkan rasanya seperti “punggung kembali lega” setelah lama terasa tegang. Terapi tidak menimbulkan rasa sakit, dan biasanya setelah beberapa sesi pasien mulai merasakan:

  • Nyeri berkurang signifikan

  • Kesemutan menghilang

  • Gerakan tubuh lebih bebas

  • Postur tubuh kembali seimbang

Mitos vs Fakta Decompression Therapy

Mitos 1: Sama seperti pijat biasa

Fakta: Decompression Therapy adalah metode medis non-invasif yang menggunakan alat traksi khusus untuk meregangkan tulang belakang secara presisi.

Tujuan utamanya:

  • Mengurangi tekanan pada saraf dan diskus

  • Meningkatkan aliran darah dan nutrisi

  • Membantu regenerasi alami tubuh

Proses dilakukan dengan pengaturan yang presisi dan pengawasan medis.

Mitos 2: Hasilnya tidak bertahan lama

Fakta: Hasil optimal bila dikombinasikan dengan program rehabilitasi komprehensif seperti:

  • Specific Spine Correction & Manipulation

  • Fascia Stretching Therapy (FST)

  • Core Balancing Exercise

Kombinasi ini memberi perbaikan struktur dan fungsi tubuh secara menyeluruh.

Mitos 3: Terapinya menyakitkan

Fakta: Terapi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Sebagian pasien merasa rileks bahkan tertidur.

Setelah beberapa sesi, pasien merasakan:

  • Nyeri berkurang

  • Kesemutan hilang

  • Postur membaik

  • Gerakan lebih fleksibel

Fakta Medis: Teknologi yang Teruji Klinis

Decompression Table Therapy sudah digunakan luas di berbagai negara sebagai pendekatan medis efektif untuk mengurangi tekanan saraf tanpa pembedahan. Terapi ini membantu meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki sirkulasi darah, dan mendukung pemulihan jaringan diskus.

Apakah Decompression Therapy Aman

Decompression Therapy aman bila dilakukan dengan prosedur tepat dan pengawasan medis berpengalaman. Terapi ini:

  • Non-invasif tanpa operasi

  • Dapat disesuaikan dengan kondisi setiap pasien

  • Dilakukan oleh dokter atau fisioterapis berlisensi

Prosesnya sederhana, pasien berbaring, dan sistem komputer memberikan traksi terukur.
Durasi sesi: 20–30 menit.
Frekuensi: 2–3 kali per minggu.

Banyak pasien merasa lebih nyaman dan mobilitas meningkat setelah beberapa sesi awal.

Evaluasi Sebelum Terapi

Sebelum memulai, pasien menjalani evaluasi tulang belakang dan X-Ray untuk mengetahui area yang mengalami tekanan. Dokter menyesuaikan:

  • Besarnya gaya traksi

  • Durasi sesi

  • Area fokus (cervical, thoracal, lumbal)

Selama terapi pasien merasakan peregangan lembut yang tidak sakit. Beberapa reaksi adaptasi ringan mungkin terjadi seperti pegal, kaku, atau lelah ringan, yang umumnya hilang dalam 24 jam.

Risiko Operasi Dekompresi Tulang Belakang

(Perbandingan dengan Decompression Table Therapy)

Banyak orang mengira dekompresi berarti operasi, padahal Decompression Table Therapy adalah metode non-operatif tanpa sayatan. Berbeda dengan operasi yang mengangkat jaringan atau tulang, teknik ini hanya menggunakan traksi lembut melalui meja decompression.

Terapi bertujuan:

  • Membuka ruang antar ruas tulang

  • Mengurangi tekanan pada saraf

  • Melancarkan aliran darah dan nutrisi

  • Mendukung regenerasi bantalan tulang

Risiko sangat minimal, hanya reaksi adaptasi tubuh sementara.

Kondisi yang Mendapat Manfaat Signifikan

Terapi sangat membantu bagi pasien dengan:

  • Saraf kejepit (HNP)

  • Degenerasi bantalan tulang belakang

  • Subluksasi cervical dan lumbal

  • Facet Joint Syndrome

  • Linu panggul (sciatica)

  • Nyeri punggung bawah kronis

Manfaat yang dirasakan:

  • Nyeri berkurang

  • Kesemutan hilang

  • Tubuh lebih ringan

  • Postur membaik

Kenapa Harus di Vlife Medical?

Vlife Medical tidak hanya fokus pada nyeri, tetapi pemulihan struktur tubuh secara menyeluruh. Decompression Table Therapy dikombinasikan dengan:

  • Specific Spine Correction & Manipulation

  • Fascia Stretching Therapy (FST)

  • Core Balancing Exercise

Pendekatan holistik ini memastikan hasil aman, efektif, dan tahan lama.

Bagaimana Terapi Ini Bekerja?

Traksi lembut menciptakan tekanan negatif di area diskus. Kondisi ini membantu menarik kembali bantalan yang menonjol dan membuka ruang bagi nutrisi serta oksigen masuk ke jaringan yang rusak.

Efek bertahap:

  • Nyeri hilang

  • Kesemutan dan kaku berkurang

  • Postur membaik

  • Mobilitas meningkat

Durasi terapi 20–30 menit per sesi di bawah pengawasan dokter dan fisioterapis berpengalaman.

Dapatkan rekomendasi terapi tulang belakang yang sesuai dengan kondisi Anda klik WhatsApp 081523653004.

Perbedaan dengan Terapi Tulang Belakang Konvensional

Terapi konvensional seperti pijat dan manipulasi otot berfokus pada gejala.
Spinal Decompression Therapy bekerja pada akar masalah.

Keunggulannya:

  • Menjangkau struktur tulang belakang dan saraf

  • Presisi digital

  • Tarikan terukur dan aman

Terapi ini tidak hanya meredakan nyeri, tetapi memperbaiki fungsi tubuh dari dalam.


Apa-Perbedaan-Spinal-Decompression-Therapy-dibanding-dengan-Terapi-Tulang-Belakang-Lainnya.webp

Banyak pekerja kantor usia muda mengalami nyeri punggung bawah akibat terlalu lama duduk, kurang bergerak, dan postur yang buruk di depan komputer. WHO mencatat nyeri punggung bawah memengaruhi sekitar 619 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan meningkat menjadi 843 juta pada 2050, menjadikannya penyebab utama disabilitas secara global. Kondisi ini membuat berbagai terapi tulang belakang semakin populer, mulai dari fisioterapi, chiropractic, hingga spinal decompression therapy non-bedah.​

Spinal decompression therapy non-bedah adalah bentuk traksi bermotor yang dirancang untuk meregangkan tulang belakang secara lembut, mengurangi tekanan pada diskus dan saraf, serta membantu proses penyembuhan jaringan. Pendekatan ini berbeda dari manipulasi tulang belakang manual biasa karena menggunakan meja atau alat komputerisasi yang mengatur gaya tarik secara terkontrol dan bertahap.​

Bagi Anda yang sering melihat iklan atau konten tentang terapi tulang belakang, mudah sekali bingung membedakan antara spinal decompression, pijat, chiropractic, maupun fisioterapi konvensional. Artikel ini akan menjelaskan Perbedaan Decompression dengan Terapi Tulang Belakang lain dari sisi cara kerja, indikasi, manfaat, hingga pertimbangan keamanan, agar Anda bisa berdiskusi lebih terarah dengan tenaga kesehatan sebelum memilih terapi.​

WHO sendiri menekankan bahwa penanganan nyeri punggung kronis sebaiknya mengutamakan intervensi non-bedah yang aman dan berbasis bukti, termasuk pendekatan rehabilitasi dan edukasi gaya hidup. Itu sebabnya, memahami karakteristik tiap terapi sangat penting, terutama bagi pekerja kantor yang ingin mengurangi nyeri tanpa operasi.

Nyeri punggung, leher kaku, atau kesemutan di tangan dan kaki adalah keluhan yang semakin banyak dialami, terutama akibat gaya hidup modern yang kurang aktif.

Tidak heran, berbagai metode terapi tulang belakang kini banyak ditawarkan, mulai dari pijat, akupuntur, termoterapi, hingga manipulasi tulang.

Namun, ada satu metode medis modern yang kini menjadi pilihan banyak dokter dan pasien karena hasilnya lebih aman, terukur, dan efektif, yaitu Spinal Decompression Therapy.

Terapi ini menjadi salah satu layanan unggulan di Vlife Medical, dirancang untuk membantu pasien pulih dari keluhan saraf kejepit dan nyeri punggung tanpa obat dan tanpa operasi.

Apa Itu Spinal Decompression Therapy?

Spinal Decompression Therapy adalah terapi medis non-invasif yang dilakukan menggunakan alat khusus bernama Decompression Table.

Selama terapi, pasien berbaring dengan nyaman di atas meja tersebut, sementara alat bekerja meregangkan tulang belakang secara lembut dan terukur.

Tujuannya bukan sekadar mengurangi rasa sakit, tapi mengatasi sumber utama nyeri, yaitu tekanan pada saraf dan bantalan tulang belakang (diskus) yang menonjol atau menipis.

Dengan membuka ruang antar ruas tulang, terapi ini membantu:

  • Mengurangi tekanan saraf

  • Memperbaiki aliran darah dan oksigen

  • Menstimulasi proses regenerasi alami pada bantalan tulang

  • Mengembalikan keseimbangan struktur tulang belakang

Berbeda dengan tindakan operasi, tidak ada sayatan, jarum, atau obat-obatan yang digunakan.

Prosesnya terasa lembut, bahkan banyak pasien menggambarkan sensasinya seperti peregangan tubuh yang menenangkan.

Bagaimana Terapi Ini Bekerja

Perbedaan Decompression dengan Terapi Tulang Belakang lain terutama terlihat dari mekanisme gaya yang diberikan dan target struktur yang dituju. Spinal decompression memberikan traksi lembut dan bertahap yang berfokus pada pengurangan tekanan dalam diskus, bukan pada “menggeser” tulang atau menimbulkan bunyi “kretek”.​

Sebaliknya, terapi manipulasi manual seperti chiropractic adjustment menggunakan dorongan cepat dan terkontrol pada segmen tulang belakang untuk memperbaiki pergerakan sendi dan pola saraf. Fisioterapi konvensional biasanya menggabungkan latihan terapeutik, modalitas seperti panas, dingin, atau elektroterapi, serta edukasi ergonomi, dengan fokus yang lebih luas pada otot, sendi, dan fungsi gerak secara keseluruhan. Saat tulang belakang ditarik perlahan melalui traksi terkontrol, tercipta tekanan negatif di area diskus (bantalan tulang). Kondisi ini membantu menarik kembali bagian bantalan yang menonjol agar tidak menekan saraf, sekaligus membuka jalan bagi nutrisi dan oksigen untuk masuk ke jaringan yang rusak.

Efeknya bisa dirasakan secara bertahap:

  • Nyeri berangsur hilang

  • Kesemutan dan rasa kaku berkurang

  • Postur tubuh mulai membaik

  • Dan mobilitas meningkat signifikan

Terapi ini biasanya berlangsung selama 20–30 menit per sesi, dan dilakukan di bawah pengawasan dokter serta fisioterapis berpengalaman di Vlife Medical.

Perbedaan Spinal Decompression Therapy dengan Terapi Tulang Belakang Konvensional

Aspek Spinal Decompression Non-Bedah Manipulasi/“Kretek” Tulang Belakang Fisioterapi Konvensional
Mekanisme utama Traksi bermotor, tarik-lepas bertahap Dorongan cepat dan terkontrol pada sendi Latihan, manual therapy lembut, modalitas fisik
Target utama Diskus dan tekanan pada saraf Sendi faset dan alignment tulang belakang Otot, sendi, postur, pola gerak
Bunyi “kretek” Biasanya tidak ada Sering ada bunyi akibat gas di sendi Umumnya tidak ada
Intensitas gaya Lembut, terprogram komputer Lebih tinggi, thrust cepat Bervariasi, biasanya bertahap dan fungsional
Kondisi yang sering dituju Herniated/bulging disc, stenosis, saraf terjepit Nyeri punggung/leher mekanik, kekakuan sendi Nyeri muskuloskeletal, rehabilitasi pasca cedera
Keterlibatan pasien Pasien relaks di atas meja alat Pasien mengikuti instruksi posisi tertentu Pasien aktif berlatih dan mengubah kebiasaan
Tujuan utama Mengurangi kompresi dan bantu pemulihan diskus Mengembalikan mobilitas segmen dan modulasi nyeri Memulihkan fungsi dan mencegah kekambuhan

Manfaat Spinal Decompression untuk Nyeri Punggung

Banyak metode terapi lain yang berfokus pada mengurangi gejala, seperti pijat atau manipulasi otot.

Namun, perbedaan utama Spinal Decompression Therapy adalah bahwa terapi ini menangani akar masalah, bukan hanya efeknya.

Jika terapi konvensional bekerja pada lapisan luar seperti otot dan sendi, decompression bekerja langsung pada struktur tulang belakang dan sistem saraf.

Inilah yang membuatnya jauh lebih efektif untuk kasus seperti:

  • Saraf kejepit (HNP)

  • Degenerasi bantalan tulang belakang

  • Linu panggul (sciatica)

  • Punggung kaku akibat tekanan postural

Selain itu, karena dikendalikan secara digital, gaya traksi yang diberikan benar-benar presisi dan aman, tidak seperti tarikan manual yang bergantung pada kekuatan tangan terapis.

Dengan kata lain, Decompression Table Therapy bekerja secara ilmiah, presisi, dan terukur. Terapi ini tidak hanya membantu meredakan nyeri, tetapi juga memperbaiki fungsi tubuh dalam jangka panjang.

Dengan membuka ruang antar ruas tulang, terapi ini membantu:

  • Mengurangi tekanan saraf

  • Memperbaiki aliran darah dan oksigen

  • Menstimulasi proses regenerasi alami pada bantalan tulang

  • Mengembalikan keseimbangan struktur tulang belakang

Berbeda dengan tindakan operasi, tidak ada sayatan, jarum, atau obat-obatan yang digunakan.

Prosesnya terasa lembut, bahkan banyak pasien menggambarkan sensasinya seperti peregangan tubuh yang menenangkan.

Siapa yang Cocok untuk Spinal Decompression?

Spinal decompression umumnya dipertimbangkan untuk pasien dengan:

  • Nyeri punggung bawah atau leher kronis akibat diskus menonjol atau herniasi.

  • Nyeri menjalar ke tungkai atau lengan karena saraf tertekan.

  • Stenosis spinal atau degenerative disc disease tahap tertentu yang masih dapat dikelola non-bedah.

WHO menekankan pentingnya pendekatan bertahap dan non-bedah terlebih dahulu pada nyeri punggung kronis sebelum mempertimbangkan intervensi invasif, selama tidak ada tanda bahaya seperti kelemahan berat atau gangguan kontrol buang air. Oleh karena itu, pemilihan pasien harus selalu melalui pemeriksaan dokter dan penilaian imaging bila diperlukan.​

Peran Vlife Medical dalam Terapi Decompression dan Rehabilitasi Tulang Belakang

Sebagai klinik yang berfokus pada rehabilitasi tulang belakang, Vlife Medical mengintegrasikan teknologi spinal decompression non-invasif dengan program terapi lain yang disusun oleh tenaga profesional kesehatan. Pendekatan ini memberikan opsi yang lebih nyaman bagi pekerja kantor yang ingin mengurangi nyeri punggung tanpa operasi, sekaligus tetap aman dan terkontrol.

Paket perawatan yang relevan antara lain:

  • Decompression Table untuk mengurangi tekanan pada diskus dan saraf secara bertahap.

  • Spine Care dan Scoliosis Care untuk koreksi postur dan stabilitas tulang belakang.

  • ESWT & Injury Recovery Program untuk membantu pemulihan jaringan lunak dan cedera akibat aktivitas atau posisi kerja yang salah.

Layanan utama Vlife Medical meliputi Spine Correction Program (Spine Care), Scoliosis Care, Decompression Therapy Non Invasif, Physiotherapy, Injury Recovery Program, serta Metabolic and Aesthetic Wellness, sehingga keluhan nyeri punggung dapat ditangani secara menyeluruh dari sisi biomekanik maupun gaya hidup. Anda dapat berkonsultasi di cabang terdekat seperti Vlife Medical PIK Avenue, Kelapa Gading, Emporium Pluit, Pondok Indah, Bintaro Xchange, Pakuwon Mall, atau Galaxy Mall 3 sesuai domisili dan kenyamanan Anda.

Untuk mengetahui apakah spinal decompression tepat bagi kondisi Anda, disarankan membuat janji konsultasi terlebih dahulu sehingga dokter dan tim rehabilitasi dapat menilai faktor risiko, hasil pemeriksaan penunjang, serta kebutuhan kerja Anda sehari-hari.

Kesimpulan

Perbedaan Decompression dengan Terapi Tulang Belakang lain terletak pada cara kerja yang lebih lembut dan terarah pada tekanan diskus serta saraf, dengan menggunakan meja traksi bermotor dan program tarik-lepas bertahap. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi nyeri punggung pada kondisi tertentu dan menjadi alternatif non-bedah bagi pasien yang ingin menghindari operasi, terutama bila dikombinasikan dengan latihan dan edukasi postur.​

Namun, tidak semua orang cocok menjalani spinal decompression, dan bukti ilmiahnya masih terus berkembang, sehingga pemeriksaan dokter dan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan. WHO dan berbagai panduan internasional menegaskan pentingnya manajemen nyeri punggung yang komprehensif, meliputi perubahan gaya hidup, latihan fisik, serta intervensi non-bedah yang aman. Untuk itu, selalu konsultasikan kondisi Anda dengan profesional kesehatan sebelum memutuskan jenis terapi tulang belakang apa pun.


Temukan-Cara-Efektif-Mengobati-Saraf-Kejepit-Tulang-Belakang-Secara-Medis-dan-Alami.webp

Saraf kejepit (Hernia Nukleus Pulposus) adalah salah satu penyebab nyeri yang paling sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika jaringan di sekitar tulang belakang, seperti disc yang menonjol, sendi yang meradang, atau otot yang menegang, menekan saraf dan mengganggu fungsinya. Banyak orang hanya mengandalkan painkiller, koyo, atau suntikan, padahal efeknya hanya sementara. Untuk pemulihan jangka panjang, perlu metode medis yang memperbaiki struktur tulang belakang dan melepas tekanan saraf secara alami. Di Vlife Medical, penanganan saraf kejepit dilakukan dengan metode non-invasif, tanpa obat, dan tanpa operasi, mengembalikan fungsi tubuh dengan aman dan terukur.

Menurut data medis, sekitar 18,9% kasus neuromuskuloskeletal di Jawa Tengah terkait kondisi ini, menjadikannya masalah kesehatan umum yang perlu penanganan tepat. Beruntungnya, pengobatan saraf kejepit tulang belakang bisa dimulai dari metode konservatif hingga alami sebelum mempertimbangkan tindakan invasif. Artikel ini membahas langkah-langkah efektif yang aman untuk masyarakat umum.​

Penting untuk segera konsultasi dokter jika gejala bertahan lebih dari beberapa hari, karena penanganan dini mencegah komplikasi permanen. Kombinasi pendekatan medis dan alami sering memberikan hasil optimal tanpa operasi.

Saraf Kejepit Tidak Hanya Terjadi di Punggung Bawah

Saraf kejepit tulang belakang adalah kondisi di mana saraf tulang belakang tertekan oleh diskus yang bergeser, tulang kerongkongan menyempit, atau peradangan jaringan sekitar. Hal ini paling sering terjadi pada regio lumbal atau servikal karena beban berat sehari-hari. Pemahaman awal ini membantu pilih pengobatan yang tepat.

Berikut area yang paling sering mengalami saraf kejepit:

 1. Leher (Cervical) – C5–C7

ditandai dengan nyeri leher, kesemutan ke tangan, rasa berat di bahu, kelemahan saat menggenggam, sakit kepala tegang (tension headache).

2. Punggung Atas (Thoracic)

Biasanya terjadi karena postur bungkuk, skoliosis, atau otot yang terlalu kencang.
Keluhannya meliputi nyeri di antara tulang belikat, sulit mengangkat tangan, sesak ringan akibat postur dada yang menutup.

3. Punggung Bawah (Lumbar) – L4–L5 atau L5–S1

Ini area paling umum, dengan gejala nyeri pinggang bawah, nyeri menjalar ke kaki (sciatica), kesemutan atau mati rasa, kaki terasa lemah atau mudah lelah.

4. Pinggul & Bokong (Piriformis Syndrome)

Terjadi jika saraf sciatic terjepit oleh otot yang tegang. Gejalanya mirip sciatica, tetapi titik nyerinya di bokong.

Karena itu, penanganan saraf kejepit harus berbasis evaluasi, bukan tebakan untuk memastikan lokasi mana yang perlu dilepaskan tekanannya.

Cara Mengobati Saraf Kejepit Secara Medis & Alami di Vlife Medical

Berbeda dengan pereda nyeri sementara, Vlife Medical menggunakan pendekatan non-invasif yang fokus pada perbaikan struktur tulang, otot, dan saraf secara bersamaan.

Berikut metode yang efektif dan aman:

1. Spine Correction / Adjustment oleh Dokter

Teknik aman untuk mengembalikan posisi tulang belakang ke alignment ideal, sehingga tekanan pada saraf berkurang. Manfaatnya mengurangi tekanan saraf, melonggarkan sendi yang kaku, memperbaiki postur miring/bungkuk, mengurangi nyeri leher dan pinggang, membantu memperbaiki skoliosis ringan–sedang.

2. Decompression Table Therapy, Solusi Khusus Saraf Terjepit

Terapi ini sangat efektif untuk saraf terjepit di leher dan pinggang, terutama kasus L4–L5 & L5–S1.

Decompression bekerja dengan traksi lembut untuk membuka ruang antar ruas tulang, mengurangi tekanan pada saraf, membantu disc kembali ke posisi idealnya, mengurangi inflamasi dan pembengkakan.

3. Fascia Stretching Therapy (FST)

Saraf kejepit sering diperburuk oleh otot yang kaku dan fascia yang menegang.
FST membantu melepaskan ketegangan jaringan, mengurangi “tarikan” otot pada saraf, meredakan nyeri di leher, punggung, dan bokong, mengembalikan fleksibilitas tubuh.

4. Exercise Rehabilitation & Core Balancing

Latihan fungsional ini bertujuan untuk menguatkan otot penopang tulang belakang, mencegah saraf kejepit kambuh, meningkatkan stabilitas dan keseimbangan tubuh.

Program latihan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pasien.

5. Modalitas Fisioterapi Modern

Vlife Medical menggunakan teknologi fisioterapi yang aman untuk mengurangi nyeri dan inflamasi.

Mengapa Pendekatan Kombinasi Vlife Medical Lebih Efektif?

Karena saraf kejepit bukan hanya masalah pada saraf. Agar hasilnya stabil dan tidak kambuh:

  • Spine Correction, tugasnya adalah memperbaiki struktur tulang
  • Decompression, tugasnya adalah membuka ruang saraf
  • FST & Exercise, tugasnya adalah memperbaiki otot & pola gerak
  • Modalitas, tugasnya adalah mengurangi inflamasi

Ketika semua sistem diperbaiki bersamaan, pemulihan menjadi lebih cepat terasa, lebih stabil, lebih alami, lebih efektif jangka panjang.

Konsultasikan Keluhan Saraf Kejepit Anda

Lakukan Posture & Spine Evaluation dan dapatkan rekomendasi terapi terbaik sesuai kondisi Anda. Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Konsultasikan masalah nyeri punggung Anda hari ini melalui WhatsApp 081523653004.

Kenapa Harus Vlife Medical

Vlife Medical unggul dalam terapi noninvasif untuk saraf kejepit tulang belakang, menggabungkan teknologi modern seperti Decompression Therapy dengan fisioterapi personal. Paket perawatan kami mencakup Decompression Table, Spine Care, Scoliosis Care, serta ESWT & Injury Recovery Program yang aman tanpa sayatan besar.

Layanan utama seperti Spine Correction Program, Physiotherapy, dan Injury Recovery Program dirancang untuk pemulihan cepat. Dengan cabang di PIK Avenue, Kelapa Gading Mall, Emporium Pluit Mall, Pondok Indah Mall, Bintaro Xchange 2, Pakuwon Mall, serta Galaxy Mall 3, akses mudah dari Jakarta hingga Surabaya tersedia.

Konsultasikan kondisi saraf kejepit tulang belakang Anda ke Vlife Medical terdekat untuk penilaian profesional dan rencana pengobatan optimal.

Kesimpulan

Mengobati saraf kejepit tulang belakang memerlukan kombinasi medis seperti obat dan terapi fisik dengan alami seperti kompres serta peregangan untuk hasil terbaik. Pendekatan bertahap ini bebaskan saraf dari tekanan, pulihkan fungsi, dan cegah kekambuhan jangka panjang. Konsistensi dan pantauan dokter jadi kunci keberhasilan.

Selalu ingat, setiap kasus unik sehingga konsultasi tenaga kesehatan profesional wajib dilakukan sebelum coba metode apa pun. Fasilitas seperti Vlife Medical siap dukung perjalanan pemulihan Anda dengan keahlian rehabilitasi tulang belakang terkini. Mulai langkah pengobatan hari ini untuk hidup bebas nyeri.


Hati-Hati-Ini-Risiko-Cedera-Tulang-Belakang-yang-Sering-Terjadi-pada-Lansia.webp

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan alami, mulai dari penurunan kepadatan tulang, melemahnya otot, hingga menurunnya keseimbangan tubuh. Kondisi ini membuat lansia jauh lebih rentan mengalami cedera tulang belakang, terutama jika tidak disadari sejak awal.

Cedera pada tulang belakang tidak hanya menyebabkan nyeri berkepanjangan, tetapi juga dapat membatasi mobilitas, menurunkan kualitas hidup, bahkan meningkatkan risiko jatuh. Karena itu, penting bagi keluarga dan lansia untuk memahami apa saja cedera yang sering terjadi dan bagaimana mencegahnya.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa jatuh pada lansia dapat menimbulkan cedera kepala, patah tulang pergelangan tangan, punggung, hingga panggul, yang secara drastis menurunkan kemandirian dan kualitas hidup. Faktor seperti sarcopenia atau penurunan massa otot serta osteoporosis memperburuk situasi ini. Sementara itu, studi medis mencatat bahwa lansia di atas 65 tahun termasuk kelompok berisiko tinggi cedera tulang belakang, baik akibat trauma maupun degeneratif.

Apa Itu Cedera Tulang Belakang?

Cedera tulang belakang melibatkan kerusakan pada tulang, saraf, atau jaringan penghubung di area punggung. Kondisi ini bisa ringan seperti keseleo hingga berat yang menyebabkan kelumpuhan.​

Pada lansia, cedera sering kali traumatis dari jatuh atau nontraumatis akibat penyakit seperti osteoporosis. Kerusakan saraf tulang belakang mengganggu sinyal dari otak ke tubuh, memengaruhi gerak dan sensasi.​

Mengapa Lansia Rentan Cedera Tulang Belakang?

Lansia memiliki risiko lebih tinggi karena degenerasi tulang dan otot. Osteoporosis membuat tulang rapuh, sehingga jatuh kecil saja bisa patahkan tulang belakang.​

Penurunan keseimbangan dan penglihatan buruk juga berkontribusi. Data menunjukkan usia 60-75 tahun mendominasi kasus low back pain terkait cedera tulang belakang.​

1. Saraf Kejepit (HNP)

Ini adalah salah satu keluhan paling umum pada lansia, terutama di L4–L5 atau L5–S1. Saraf kejepit terjadi ketika bantalan tulang yang menipis atau bergeser menekan saraf.

Gejala yang sering muncul:

  • Nyeri pinggang bawah
  • Nyeri menjalar ke kaki (sciatica)
  • Kesemutan / rasa baal
  • Kaki mudah lelah
  • Sulit berdiri atau berjalan jauh

Kondisi ini semakin parah tanpa penanganan medis dan sering membuat lansia bergantung pada obat pereda nyeri.

2. Kompresi Tulang Belakang (Vertebral Compression Fracture)

Lansia dengan osteoporosis sangat rentan mengalami patah tulang kecil pada tulang belakang tanpa disadari. Cedera ini dapat dipicu oleh aktivitas ringan seperti batuk keras, membungkuk, bahkan duduk terlalu cepat.

Tanda-tandanya:

  • Nyeri tajam tiba-tiba
  • Postur membungkuk
  • Tinggi badan berkurang
  • Sulit menggerakkan punggung

Jika dibiarkan, kompresi dapat membuat postur menjadi semakin membungkuk dan mobilitas menurun drastis.

3. Degenerasi Sendi & Bantalan Tulang (Degenerative Disc Disease)

Seiring usia, bantalan tulang belakang mengering, menipis, dan kehilangan elastisitas. Akibatnya:

  • Ruang antar-ruas menyempit
  • Saraf lebih mudah tertekan
  • Sendi facet menjadi lebih kaku
  • Nyeri punggung bawah semakin sering muncul

Degeneratif bukanlah “hal biasa” yang harus diterima. Dengan terapi yang tepat, gejalanya dapat sangat berkurang.

4. Spinal Stenosis (Penyempitan Saluran Tulang Belakang)

Kondisi ini terjadi ketika saluran tulang belakang menyempit dan menekan saraf, sering dialami oleh lansia di usia 60+.

Gejalanya:

  • Nyeri saat berjalan
  • Mati rasa pada kaki
  • Rasa berat pada pinggang
  • Perlu berhenti setiap beberapa menit untuk istirahat

Kondisi ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Gangguan Postur Akibat Lemahnya Otot (Postural Syndrome)

Otot yang lemah membuat tulang belakang sulit mempertahankan posisi postur yang normal. Akibatnya:

  • Postur bungkuk
  • Pinggul miring
  • Bahu tidak sejajar
  • Nyeri punggung yang tidak kunjung hilang

Jika tidak diperbaiki, postur buruk akan memperburuk tekanan pada tulang dan saraf.

6. Risiko Jatuh yang Mengakibatkan Cedera Tulang Belakang

Penurunan keseimbangan dan refleks membuat lansia lebih rentan jatuh.
Satu kali jatuh bisa menimbulkan:

  • Cedera punggung
  • Trauma tulang belakang
  • Patah tulang kompresi

Karena itu, stabilitas tubuh sangat penting untuk mencegah cedera.

Bagaimana Vlife Medical Membantu Lansia Mencegah dan Mengatasi Cedera Tulang Belakang?

Vlife Medical menggunakan pendekatan non-invasif, tanpa obat, dan tanpa operasi, sehingga aman untuk lansia yang memiliki batasan kondisi tulang.

Berikut terapi yang paling efektif:

1. Spine Correction (Adjustment) oleh Dokter

Untuk memperbaiki posisi tulang belakang yang bergeser, mengurangi tekanan saraf, dan membantu tubuh kembali stabil.

Teknik dilakukan secara lembut, menggunakan alat seperti Activator atau Arthrostim®, sehingga aman untuk tulang lansia.

 2. Decompression Table Therapy

Terapi khusus untuk saraf kejepit di leher atau pinggang. Traksi lembut membantu:

  • Membuka ruang antar-ruas
  • Melepas tekanan saraf
  • Mengurangi nyeri menjalar

Intensitas diatur per milimeter, sangat aman bagi pasien berusia lanjut.

3. Fascia Stretching & Mobilisasi Otot

Untuk meredakan kekakuan otot yang menarik tulang belakang, membantu lansia bergerak lebih lega dan mengurangi nyeri kronis.

 4. Latihan Rehabilitatif (Core Balancing Exercise)

Latihan ringan yang membantu:

  • Menguatkan otot inti
  • Mencegah risiko jatuh
  • Menjaga postur
  • Meningkatkan stabilitas tubuh

Program disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi setiap pasien lansia.

Solusi Masalah Anda

Vlife Medical menawarkan pendekatan non-invasif untuk mengelola cedera tulang belakang lansia. Keunggulan metode seperti Decompression Therapy dan Spine Correction Program membantu pulihkan fungsi tulang belakang tanpa operasi.​

Paket perawatan relevan mencakup Decompression Table, Scoliosis Care, Spine Care, serta ESWT & Injury Recovery Program. Layanan utama seperti Physiotherapy, Injury Recovery Program, dan Scoliosis Care dirancang untuk pemulihan aman.​

Kunjungi cabang terdekat seperti Vlife Medical PIK Avenue atau Pondok Indah Mall untuk konsultasi awal. Tim ahli siap bantu kelola risiko cedera tulang belakang secara personal.

Ingin Membantu Orang Tua Terhindar dari Cedera Tulang Belakang?

Lakukan Posture & Spine Evaluation di Vlife Medical untuk mendapatkan solusi paling aman dan sesuai kebutuhan lansia. Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Ingin tahu terapi yang paling cocok untuk keluhan Anda? Chat kami di 081523653004 sekarang!

Kesimpulan

Cedera tulang belakang pada lansia bukan hal sepele, karena bisa ubah hidup secara drastis. Dengan mengenali risiko seperti jatuh dan osteoporosis, serta menerapkan pencegahan sederhana, kita bisa lindungi generasi tua tetap mandiri. Keluarga berperan besar dalam modifikasi lingkungan dan dorong aktivitas fisik ringan.​

Selalu prioritaskan pemeriksaan medis profesional untuk gejala apa pun terkait tulang belakang. Pendekatan dini melalui rehabilitasi seperti di Vlife Medical bisa cegah komplikasi lanjutan. Jaga kesehatan tulang belakang agar usia lanjut tetap berkualitas.​

Ingat, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mulailah hari ini dengan langkah kecil untuk masa depan yang sehat bagi orang tercinta.


Apakah-Decompression-Aman-Ini-Penjelasan-menurut-dokter.webp

Jika Anda sering merasa nyeri punggung atau kaki yang menjalar, Anda mungkin pernah mendengar tentang Decompression Therapy sebagai solusi medis untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Apakah Decompression Therapy amanˮ? Agar alurnya lebih jelas, bagian berikut menjelaskan informasi penting yang perlu dipahami.

Sebagai tim medis di Vlife Medical, kami ingin memberikan penjelasan mendalam tentang terapi ini, mulai dari keamanannya hingga manfaat yang dapat diperoleh oleh pasien.

Decompression Therapy adalah salah satu metode non-invasif (tanpa pembedahan) yang telah terbukti efektif untuk mengatasi berbagai keluhan tulang belakang, seperti saraf kejepit HNP, Hernia Nukleus Pulposus (HNP), dan nyeri punggung bawah kronis.

Salah satu kekhawatiran banyak orang adalah, “Apakah terapi ini aman untuk pengobatan sayaˮ?

Sebagai klinik yang berfokus pada kesehatan tulang belakang, kami ingin menegaskan bahwa Decompression Therapy sangat aman bila dilakukan dengan prosedur yang tepat dan di bawah pengawasan medis yang berpengalaman.

Screening

Apa Itu Decompression Therapy Spinal?

Decompression therapy spinal tarik tulang belakang secara terkendali untuk kurangi tekanan pada diskus dan saraf. Non-invasif gunakan meja khusus dengan program komputer, beda dengan traksi manual biasa.​

Sesi 30-45 menit, 15-20 kali kunjungan, target hernia nucleus pulposus atau stenosis ringan. Aman karena tekanan negatif ciptakan ruang diskus alami.​

Bedanya Decompression Non-Invasif dan Bedah

Decompression bedah potong tulang atau diskus, risiko infeksi hingga cedera saraf 5-15 persen. Non-invasif tanpa sayatan, hanya tarikan pelan tanpa rasa sakit.​

Dokter prioritaskan non-bedah dulu 6-12 minggu sebelum saran operasi.​

Apakah Decompression Aman untuk Semua Usia?

Sangat aman untuk dewasa dan lansia sehat, bahkan osteoporosis ringan. Kontraindikasi pada tumor, patah tulang akut, atau kehamilan lanjut.​

FDA-approved pastikan standar keamanan global, minim efek samping serius.​

Mengapa Decompression Therapy Aman

Alasan mengapa terapi Decompression Therapy aman dan menjadi pilihan utama untuk penanganan saraf kejepit HNP:

Non-invasif Tanpa Operasi

Tidak memerlukan prosedur pembedahan, anestesi, atau suntikan.

Pasien hanya perlu berbaring dengan nyaman di meja terapi, di mana alat akan bekerja dengan lembut untuk meregangkan tulang belakang.

Terapi yang Dapat Disesuaikan

Setiap sesi terapi disesuaikan secara presisi dengan kondisi tubuh pasien, semua diatur untuk memastikan kenyamanan dan keamanan maksimal.

Dibawah Pengawasan Profesional

Semua prosedur dilakukan oleh dokter tulang belakang atau fisioterapis berlisensi yang berpengalaman, memastikan terapi dilakukan dengan cara yang aman dan efektif sesuai diagnosis.

Di Vlife Medical, kami menggunakan Decompression Table Therapy yang dirancang khusus untuk memberikan traksi lembut dan terkontrol pada tulang belakang, memastikan keamanan dan efektivitas.

Prosesnya sangat sederhana dan biasanya terasa rileks. Pasien hanya perlu berbaring dengan nyaman di atas meja, dan sistem komputer akan mulai meregangkan tulang belakang dengan pola yang telah disesuaikan dokter.

  • Durasi Setiap Sesi: Biasanya antara 20 hingga 30 menit.

  • Frekuensi Sesi: Umumnya dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu, tergantung pada kondisi dan hasil evaluasi medis.

Hasil yang Dirasakan Pasien: Banyak pasien melaporkan bahwa mereka merasa lebih nyaman, nyeri punggung berkurang, dan mobilitas meningkat setelah beberapa sesi awal.

Penjelasan ini membantu memastikan bahwa setiap pembaca memperoleh gambaran menyeluruh tentang keamanan dan tahapan terapi.

Manfaat utama decompression therapy

Kurangi nyeri punggung hingga 70-86 persen

Terapi ini mengurangi tekanan pada saraf yang menyebabkan nyeri, sehingga membantu meredakan rasa sakit dengan signifikan tanpa penggunaan obat kuat.

Tingkatkan mobilitas tulang belakang dan fungsi motorik

Dengan mengurangi tekanan saraf, kemampuan gerak tulang belakang meningkat, sehingga fungsi otot dan gerakan tubuh menjadi lebih optimal.

Pulihkan postur tubuh secara alami

Decompression membantu koreksi posisi tulang belakang yang bergeser, memperbaiki postur sehingga mengurangi ketegangan pada otot dan sendi yang salah posisi.

Dukung regenerasi diskus dengan tarikan vakum

Tarikan vakum pada terapi ini merangsang rehidrasi dan perbaikan cakram tulang belakang yang rusak, mempercepat proses penyembuhan alami.

Relaksasi otot paraspinal dan kurangi spasme

Terapi ini meredakan ketegangan otot di sekitar tulang belakang, menghilangkan kaku dan kejang agar pasien merasa lebih nyaman dan bebas bergerak.

Minim risiko dan tanpa rasa sakit kasar

Prosedur dilakukan dengan tekanan lembut dan terkontrol, menghindari cedera jaringan lunak atau rasa sakit berlebih selama terapi.

Efektif untuk hernia diskus, stenosis, dan sciatica

Terapi ini khusus dirancang untuk mengatasi tekanan saraf akibat kondisi ini, memberikan solusi non-bedah yang aman dan efektif.

Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Walau relatif aman, dokter tetap akan menginformasikan beberapa risiko dan efek samping yang mungkin muncul:

  • Nyeri atau pegal otot ringan setelah sesi (biasanya sementara)

  • Rasa tidak nyaman jika tekanan awal terlalu besar

  • Risiko perburukan gejala pada pasien dengan kondisi tulang sangat rapuh atau tidak diseleksi dengan baik​

Karena itu, evaluasi awal termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang (rontgen atau MRI) sangat dianjurkan sebelum memulai program decompression.

Keunggulan Pendekatan Decompression di Vlife Medical

Sebagai klinik yang fokus pada rehabilitasi tulang belakang, Vlife Medical menggunakan Decompression Therapy Non Invasif dengan perangkat modern yang dikendalikan komputer. Pendekatan ini membantu mengurangi tekanan pada diskus secara presisi sambil tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan pasien.

Selain decompression table, Vlife Medical juga menyediakan paket dan layanan terkait, seperti:

  • Paket perawatan terkait:

    • Decompression Table

    • Spine Care

    • Scoliosis Care

    • ESWT & Injury Recovery Program

  • Layanan utama:

    • Spine Correction Program (Spine Care)

    • Scoliosis Care

    • Decompression Therapy Non Invasif

    • Physiotherapy

    • Injury Recovery Program

    • Metabolic and Aesthetic Wellness

Pasien dapat berkonsultasi di cabang terdekat, misalnya Vlife Medical PIK Avenue, Pondok Indah Mall, Kelapa Gading, Bintaro Xchange, maupun cabang Surabaya (Pakuwon Mall dan Galaxy Mall) untuk penilaian menyeluruh sebelum memulai terapi.

Dapatkan rekomendasi terapi tulang belakang yang sesuai dengan kondisi Anda klik WhatsApp 081523653004.

Kesimpulan

Menjawab pertanyaan “Apakah decompression aman?”, secara umum decompression therapy non-invasif tergolong aman dan efektif untuk banyak kasus nyeri punggung akibat saraf terjepit, selama dilakukan dengan alat yang tepat, indikasi yang benar, dan pengawasan dokter. Risiko serius jauh lebih rendah dibanding operasi, meski tidak sepenuhnya tanpa efek samping.​

Terapi ini membantu menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, dan memperbaiki postur, terutama bila dikombinasikan dengan fisioterapi dan perubahan gaya hidup. Namun, tidak semua kondisi cocok untuk decompression, sehingga pemeriksaan klinis dan pencitraan (rontgen atau MRI) sangat penting sebelum memulai.

Jika Anda mengalami nyeri punggung kronis atau gejala seperti kesemutan dan nyeri menjalar, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan profesional atau klinik rehabilitasi tulang belakang seperti Vlife Medical. Dengan pendekatan yang tepat, terapi bisa disesuaikan dengan kondisi unik tiap pasien dan risiko dapat diminimalkan.


Apa-Risiko-Operasi-Dekompresi-tulang-belakang-yang-wajib-kamu-ketahui.webp

Banyak orang masih ragu mencoba Decompression Table Therapy, karena mendengar kata dekompresi sering dikaitkan dengan operasi tulang belakang. Padahal, terapi ini adalah metode non operatif tanpa sayatan, yang bertujuan mengurangi tekanan pada saraf dan membantu memulihkan fungsi tulang belakang secara alami. Namun seperti semua perawatan medis, penting untuk memahami bagaimana terapi ini bekerja, apa manfaatnya, dan apakah ada risikonya. Kalimat pembuka ini membantu alur agar lebih rapi tanpa mengubah makna.

Decompression Table Therapy berbeda total dari operasi dekompresi tulang belakang. Jika operasi melibatkan pembedahan untuk mengangkat jaringan atau tulang yang menekan saraf, maka Decompression Table Therapy dilakukan tanpa pembedahan sama sekali. Pasien hanya perlu berbaring di atas meja khusus bernama Decompression Table, alat medis digital yang akan meregangkan tulang belakang secara perlahan dan terkontrol.

Apa Itu Operasi Dekompresi Tulang Belakang?

Operasi dekompresi tulang belakang, seperti laminektomi, angkat bagian tulang atau jaringan tekan saraf untuk buka ruang kanal spinal. Prosedur ini target stenosis lumbar atau cervical yang sebabkan nyeri kaki atau leher.​

Tujuannya pulihkan fungsi saraf, tapi karena dekat sumsum tulang belakang, risiko operasi dekompresi tulang belakang lebih tinggi daripada operasi lain.

Reaksi Tubuh Setelah Terapi

Tubuh setiap orang tentu memiliki reaksi adaptasi yang berbeda. Beberapa pasien mungkin merasakan reaksi ringan setelah sesi awal, seperti:

• Rasa pegal atau tertarik di area punggung bawah, karena otot sedang beradaptasi.
• Sedikit kelelahan atau kaku sementara, akibat peningkatan sirkulasi darah di area yang sebelumnya tegang.
• Nyeri ringan di hari pertama, yang biasanya hilang dalam 24 jam setelah terapi.

Reaksi ini tanda positif bahwa jaringan otot dan tulang belakang sedang menyesuaikan diri terhadap posisi yang lebih ideal. Untuk menjaga keamanan pasien, seluruh sesi Decompression Table Therapy di Vlife Medical dilakukan dengan pengawasan dokter dan fisioterapis, menggunakan alat medis yang sudah bersertifikasi dan dikalibrasi secara rutin.

Kondisi yang Mendapat Manfaat Signifikan

Selain minim risiko, manfaat terapi ini signifikan terutama bagi pasien dengan kondisi seperti:

• Saraf kejepit (Hernia Nukleus Pulposus atau HNP)
• Degenerasi bantalan tulang belakang
• Subluksasi cervical dan lumbal (pergeseran ringan tulang belakang)
• Facet Joint Syndrome
• Linu panggul (sciatica)
• Nyeri punggung bawah kronis

Dengan membuka ruang antar tulang belakang dan memperbaiki tekanan saraf, pasien biasanya akan merasakan:

• Nyeri berkurang
• Kesemutan menghilang
• Tubuh terasa lebih ringan
• Postur membaik dan seimbang

Kenapa Harus di Vlife Medical

Karena Vlife Medical tidak hanya fokus pada nyeri, tetapi pada pemulihan struktur tubuh secara menyeluruh. Decompression Table Therapy di Vlife dikombinasikan dengan program rehabilitasi lainnya seperti:

• Specific Spine Correction and Manipulation untuk memperbaiki posisi tulang belakang.
• Fascia Stretching Therapy FST untuk melonggarkan otot dan jaringan fascia.
• Core Balancing Exercise untuk memperkuat otot inti agar hasil terapi lebih stabil.

Pendekatan holistik ini memastikan pasien mendapatkan hasil yang aman, efektif, dan tahan lama.

Jika Anda mencari solusi nyeri punggung atau saraf kejepit tanpa operasi dan tanpa obat, Decompression Table Therapy bisa menjadi pilihan yang tepat. Risiko terapi ini sangat minimal, hanya berupa penyesuaian tubuh yang bersifat sementara, jauh dari risiko infeksi, sayatan, atau pendarahan seperti pada operasi tulang belakang. Dengan teknologi modern dan pengawasan tim medis berpengalaman, Vlife Medical siap membantu Anda memulihkan fungsi tulang belakang secara aman dan alami.

Pulihkan tulang belakang Anda tanpa obat, tanpa operasi, hanya di Vlife Medical. Kalimat penutup ini menjaga transisi paragraf agar tetap natural tanpa mengubah isi.

Ingin tahu terapi yang paling cocok untuk keluhan Anda? Chat kami di 081523653004 sekarang!

Solusi Aman di Vlife Medical

Vlife Medical tawarkan Decompression Therapy Non Invasif sebagai alternatif risiko operasi dekompresi tulang belakang, dengan Spine Correction Program dan Physiotherapy untuk pulihkan fungsi tanpa komplikasi bedah.

Paket perawatan relevan: Decompression Table, Spine Care, Scoliosis Care, ESWT & Injury Recovery Program. Layanan utama seperti Injury Recovery Program dan Metabolic and Aesthetic Wellness dukung pemulihan holistik.

Kunjungi cabang terdekat seperti Vlife Medical PIK Avenue Jakarta Utara atau Pakuwon Mall Surabaya untuk konsultasi awal dan penilaian non-invasif.

Kesimpulan

Risiko operasi dekompresi tulang belakang seperti infeksi, kerusakan saraf, dan pemulihan panjang wajib dipertimbangkan matang. Meski selamatkan fungsi saraf pada kasus ekstrem, alternatif non-bedah sering beri hasil serupa tanpa bahaya permanen.​

Pilihan tepat mulai dari evaluasi komprehensif dan terapi konservatif. Lansia khususnya untung dari pendekatan minim risiko untuk jaga kemandirian.

Konsultasikan dokter spesialis tulang belakang segera untuk rencana personal. Kesehatan punggung berharga, lindungi dengan informasi lengkap dan langkah bijak.​


Apa-yang-Perbedaan-Spine-Manipulation-Fisioterapi-apakah-bisa-di-lakukan-bersamaan.webp

Banyak pasien bertanya apakah Spine Manipulation dan Fisioterapi adalah terapi yang sama, atau apakah keduanya bisa dijalankan dalam waktu bersamaan.

Jawabannya: sangat bisa! bahkan kombinasi keduanya justru memberikan hasil terbaik.

Di Vlife Medical, Spine Manipulation dan Fisioterapi adalah dua pendekatan yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan dalam proses pemulihan tulang belakang.

Perbedaan Spine Manipulation & Fisioterapi

1. Spine Manipulation: Fokus pada Tulang Belakang

Spine Manipulation (juga dikenal sebagai Spine Correction atau Adjustment) adalah teknik medis untuk:

  • Mengembalikan posisi tulang belakang ke alignment terbaiknya
  • Mengurangi tekanan pada saraf
  • Meningkatkan mobilitas sendi tulang belakang
  • Mengoreksi postur dari sumbernya.

Di Vlife Medical, tindakan ini dilakukan oleh dokter berlisensi yang telah mendapatkan pelatihan klinis khusus di bidang spine & musculoskeletal.

Fokus utama: struktur tulang belakang, alignment, dan sistem saraf.

Vlife medical

2. Fisioterapi: Fokus pada Otot & Pola Gerak

Fisioterapi di Vlife Medical dilakukan oleh fisioterapis profesional yang berpengalaman dalam rehabilitasi tulang, otot, dan sendi.

Tujuannya adalah:

  • Mengurangi ketegangan otot,
  • Memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan otot
  • Mengembalikan pola gerak tubuh
  • Mencegah cedera dan kekambuhan.

Terapinya mencakup teknik seperti:

  • Fascia Stretching Therapy (FST)
  • Sport Rehab,
  • Core Balancing Exercise
  • Modalitas fisioterapi (TENS, Ultrasound, IR, Cold Laser, Shockwave).

Fokus utama: otot, jaringan lunak, dan pola gerak tubuh.

Kenapa Keduanya Penting dan Harus Berjalan Bersamaan?

Di Vlife Medical, pemulihan tulang belakang dan sistem muskuloskeletal dilakukan berdasarkan hubungan antara tulang + otot + saraf.

  • Spine Manipulation mengoreksi struktur tulang
  • Fisioterapi memperbaiki jaringan otot dan pergerakan
  • Kombinasi keduanya memberikan hasil pemulihan yang menyeluruh

Tanpa koreksi tulang, otot akan tetap bekerja tidak seimbang. Tanpa terapi otot, tulang tidak stabil dan mudah kembali ke posisi tidak ideal. Karena itu, kedua terapi ini tidak bisa dipisahkan, seperti dua sisi mata uang dalam proses pemulihan.

Mengapa Pendekatan Vlife Medical Efektif?

Vlife Medical menerapkan konsep Integrated Spine & Functional Rehabilitation, yaitu pendekatan terpadu yang menggabungkan Spine Manipulation oleh dokter, fisioterapi oleh terapis berpengalaman, serta program latihan fungsional yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi pasien. Seluruh proses ini didukung dengan evaluasi postur dan fungsi tubuh secara berkala untuk memastikan hasil terapi tetap stabil.

Dengan metode terpadu ini, hasil koreksi tulang dapat bertahan lebih lama, otot dan sendi mampu beradaptasi dengan posisi tulang yang ideal, postur membaik secara alami dan progresif, serta risiko nyeri berulang maupun cedera dapat berkurang secara signifikan.

Ingin tahu terapi yang paling cocok untuk keluhan Anda? Chat kami di 081523653004 sekarang!

Ingin Tahu Terapi Mana yang Cocok untuk Kondisi Anda?

Lakukan Posture & Spine Evaluation di Vlife Medical. Dari hasil analisa dokter, Anda akan mendapat rekomendasi terapi terbaik Spine Manipulation, Fisioterapi, atau kombinasi keduanya.

Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Apa-Itu-Spine-Manipulation-Solusi-Nyeri-Punggung-dan-Postur.webp

Spine Manipulation, atau yang juga dikenal sebagai Spine Correction, adalah teknik medis non-invasif yang bertujuan untuk mengembalikan posisi tulang belakang ke poros yang ideal.

Teknik ini dilakukan dengan tekanan lembut dan terarah pada segmen tulang belakang yang mengalami ketegangan, pergeseran mikro, atau ketidakseimbangan postural.

Pada kondisi tertentu seperti nyeri punggung, postur bungkuk, bahu tidak sejajar, hingga saraf terjepit, tulang belakang dapat bergeser dari posisinya dan menekan jaringan di sekitarnya.

Spine Manipulation membantu mengoreksi area tersebut secara aman, tanpa obat dan tanpa operasi.

Mengapa Tulang Belakang Bisa Bergeser?

Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Kebiasaan duduk membungkuk,
  • Posisi tidur yang salah,
  • Cedera olahraga,
  • Mengangkat beban berat,
  • Aktivitas berulang yang menyebabkan ketegangan otot,
  • Ketidakseimbangan otot inti,
  • Postur kerja yang buruk (terlalu lama duduk/menunduk).

Jika dibiarkan, kelainan kecil pada posisi tulang ini perlahan mulai memengaruhi banyak hal.

Awalnya mungkin hanya terasa seperti pegal biasa di punggung, tapi lama-kelamaan nyerinya semakin sering muncul dan makin sulit hilang.

Tubuh pun mulai tampak miring sebelah, membuat postur terasa tidak nyaman setiap kali berdiri atau berjalan.

Seiring waktu, tekanan pada tulang yang tidak sejajar dapat mengenai saraf dan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar, bahkan hingga kesemutan di tangan atau kaki.

Tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan, sehingga muncul kelelahan kronis tanpa alasan yang jelas.

Dan tanpa disadari, semua ini membuat mobilitas menurun, gerak semakin terbatas, aktivitas terasa berat, dan kualitas hidup pun ikut terpengaruh.

Itulah mengapa koreksi tulang belakang penting dilakukan sejak dini sebelum menjadi keluhan kronis.

Bagaimana Spine Manipulation Bekerja?

Di Vlife Medical, Spine Manipulation dilakukan oleh dokter terlatih dengan menggunakan teknik manual maupun alat khusus seperti:

  • Arthrostim®, Activator, Percussor Therapy
  • dan teknik mobilisasi terarah pada segmen tulang tertentu.

Prosedur ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi tekanan pada saraf,
  • Mengembalikan mobilitas sendi,
  • Memperbaiki alignment tulang belakang,
  • Meningkatkan fungsi otot penopang,
  • Mengoptimalkan postur tubuh secara keseluruhan.

Teknik ini tidak menimbulkan rasa sakit, dilakukan secara presisi, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Manfaat Spine Manipulation

Pasien yang menjalani Spine Manipulation secara konsisten biasanya merasakan hasil berikut:

Mengurangi nyeri punggung dan leher
Tekanan pada saraf berkurang sehingga rasa nyeri, tegang, dan pegal mereda.

Memperbaiki postur tubuh

Bahu lebih sejajar, punggung tidak lagi membungkuk, dan tubuh terasa lebih ringan.

Meningkatkan fleksibilitas dan pergerakan

Area yang kaku dan sulit digerakkan menjadi lebih leluasa dan fungsional.

Membantu koreksi skoliosis ringan–sedang

Pada kasus tertentu, manipulasi membantu mengoptimalkan posisi tulang dan mengurangi kelengkungan fungsional.

Mencegah cedera dan kekambuhan

Dengan posisi tulang yang benar, tubuh bekerja lebih efisien dan tidak mudah cidera.


Pendekatan Spine Manipulation di Vlife Medical

Di Vlife Medical, Spine Manipulation bukan terapi tunggal, tetapi bagian dari program pemulihan menyeluruh. Sebelum memulai terapi, pasien menjalani:

1. Posture & Spine Evaluation

Analisa detail struktur tulang belakang, pola gerak, dan akar masalah nyeri.

2. Rencana Terapi Personal

Kombinasi program berdasarkan kebutuhan tubuh, termasuk:

  • Spine Manipulation / Spine Correction
  • Fascia Stretching Therapy
  • Core Balancing Exercise
  • Decompression Therapy

3. Evaluasi Berkala

Dokter memantau progres untuk memastikan hasil terapi stabil dan optimal.

Pendekatan ini memastikan hasil lebih aman, terukur, dan tahan lama, bukan sekadar menghilangkan gejala sementara.

Apakah Spine Manipulation Aman?

Ya, aman dan sudah digunakan secara global sebagai salah satu metode efektif untuk gangguan tulang belakang.
Di Vlife Medical, seluruh tindakan dilakukan oleh dokter yang telah mendapat:

  • Pelatihan klinis bersertifikasi
  • Pengalaman bertahun-tahun di bidang spine & musculoskeletal
  • Prosedur dengan alat medis yang telah terbukti aman.

Tidak ada operasi, tidak ada obat, tidak ada tindakan invasif.
Semua dilakukan dengan kontrol penuh dan sesuai kebutuhan pasien.

Hubungi kami di 081523653004 untuk konsultasi langsung dengan tim Vlife Medical.

Ingin Mencoba Spine Manipulation di Vlife Medical?

Jangan biarkan nyeri atau postur tidak ideal mengganggu aktivitas Anda.
Lakukan evaluasi tulang belakang bersama tim medis Vlife Medical dan temukan terapi yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Fakta-Spine-Manipulation-yang-Jarang-Diketahui-Banyak-Orang.png

Spine Manipulation atau yang sering disebut Spine Correction, semakin populer sebagai solusi non-operatif untuk nyeri punggung, nyeri leher, postur membungkuk, hingga saraf kejepit ringan.

Namun, meski banyak orang tertarik, tidak semua mengetahui fakta sebenarnya tentang terapi ini.

Di Vlife Medical, Spine Manipulation merupakan bagian penting dari sistem pemulihan yang aman, modern, dan berbasis evaluasi medis.

Berikut adalah beberapa fakta penting yang sering tidak diketahui banyak orang:

Vlife Medial Gambar (3)

1. Spine Manipulation Bukan Pijat atau “Patahkan Tulang”

Banyak yang mengira Spine Manipulation sama seperti pijat atau teknik patah-patah “CRACKING” tradisional. Padahal, spine manipulation adalah tindakan medis terarah yang dilakukan oleh dokter menggunakan tekanan lembut dan presisi pada segmen tulang tertentu.

Tujuannya adalah:

  • Mengembalikan alignment tulang belakang
  • Mengurangi tekanan saraf
  • Memperbaiki pola gerak dan postur
  • Bukan untuk “mematahkan” atau “memanipulasi secara kasar”

Di Vlife Medical, teknik ini dilakukan dengan alat medis modern seperti Arthrostim®, Activator, dan metode mobilisasi sendi yang aman.

2. Aman untuk Semua Usia, Dari Anak hingga Lansia

Fakta ini sering membuat pasien terkejut. Karena banyak yang mengira manipulasi tulang hanya aman untuk usia tertentu. Padahal, Spine Manipulation aman bahkan untuk:

  • Anak balita
  • Remaja (terutama kasus skoliosis)
  • Dewasa aktif
  • Lansia dengan keterbatasan gerak

Mengapa aman? Karena setiap tindakan dipersonalisasi. Tekanan, metode, dan alat yang digunakan disesuaikan dengan:

  • Usia
  • Kondisi tulang
  • Keluhan
  • Dan toleransi tubuh masing-masing pasien.

Inilah yang membuat terapi di Vlife Medical sangat aman, bahkan untuk pasien dengan kondisi sensitif sekalipun.

3. Hasil Koreksi Tidak Bertahan Lama Tanpa Terapi Otot

Fakta lain yang jarang diketahui, Spine Manipulation bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari rangkaian rehabilitasi.

Jika hanya mengoreksi tulang tanpa memperbaiki otot, maka tulang bisa kembali bergeser.

Karena itu di Vlife Medical, spine manipulation selalu dipadukan dengan:

  • Fascia Stretching Therapy
  • Core Balancing Exercise
  • Sport Rehabilitation
  • Dan latihan fungsional lain.

Pendekatan terpadu ini membantu struktur tulang belakang lebih stabil dan hasil terapi bertahan lebih lama.

4. Spine Manipulation Mampu Meringankan Banyak Keluhan Selain Nyeri Punggung

Tidak banyak yang tahu bahwa gangguan tulang belakang bisa memengaruhi banyak area tubuh lainnya. Karena tulang belakang adalah pusat sistem saraf dan postur, koreksinya dapat membantu:

  • Nyeri leher & bahu
  • Sakit kepala tegang (tension headache)
  • Kesemutan di tangan/kaki
  • Pinggul miring
  • Postur bungkuk
  • Kelelahan kronis
  • Nyeri setelah olahraga
  • Gangguan pernapasan ringan akibat postur dada yang menutup.

Dengan kata lain, Spine Manipulation memiliki dampak yang lebih luas dari yang banyak orang kira.

5. Spine Manipulation Tidak Berbahaya Bila Dilakukan oleh Dokter Terlatih

Kekhawatiran terbesar pasien adalah masalah keamanan. Faktanya, Spine Manipulation sangat aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Di Vlife Medical:

  • Semua tindakan dilakukan oleh dokter terlatih dengan pelatihan klinis internasional
  • Tindakan dilakukan berdasarkan evaluasi X-ray dan analisa postur
  • Teknik yang digunakan bersifat non-invasif, tanpa jarum, dan tanpa hentakan berlebihan
  • Selalu memprioritaskan kenyamanan dan batas toleransi pasien.

Karena itu, risiko cedera sangat minim.

6. Bisa Menjadi Solusi Skoliosis Non-Operatif

Tidak semua skoliosis membutuhkan operasi. Pada banyak kasus, terutama skoliosis ringan–sedang, Spine Manipulation dapat membantu:

  • Mengurangi kelengkungan fungsional
  • Memperbaiki keseimbangan otot
  • Mengurangi rotasi tubuh
  • Memperbaiki postur bahu & pinggul
  • Mengurangi nyeri akibat tekanan saraf

Tentu semuanya dilakukan setelah evaluasi dokter dan dipadukan dengan latihan scoliosis khusus.

7. Hasilnya Terlihat Bertahap, Bukan Seketika

Beberapa pasien mengharapkan “klik lalu sembuh”, hanya dilakukan 1-2x terapi saja bisa menghilang keluhan yang dialami. Padahal, perubahan struktur tubuh adalah proses bertahap.

Setiap sesi Spine Manipulation mengurangi ketegangan, membebaskan tekanan saraf, memperbaiki alignment sedikit demi sedikit, dan akhirnya menstabilkan postur secara alami.

Hasil terbaik biasanya diperoleh melalui program terstruktur yang mencakup koreksi tulang, terapi otot, dan latihan fungsional.

Dapatkan rekomendasi terapi tulang belakang yang sesuai dengan kondisi Anda klik WhatsApp 081523653004.

Ingin Tahu Apakah Spine Manipulation Cocok untuk Kondisi Anda?

Lakukan Posture & Spine Evaluation di Vlife Medical dan diskusikan keluhan Anda langsung dengan dokter berpengalaman.

Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya

Apakah-Spine-Manipulation-Aman-Temukan-Manfaatnya-untuk-Kesehatan-Tulang-Belakang.png

Spine Manipulation, atau yang sering disebut juga Spine Correction, adalah teknik medis non-invasif yang bertujuan untuk mengembalikan posisi tulang belakang ke alignment yang ideal.

Ketika tulang belakang mengalami pergeseran kecil atau ketidakseimbangan akibat postur buruk, cedera, atau ketegangan otot, tubuh dapat mengalami nyeri, kaku, hingga tekanan saraf.

Melalui gerakan terarah dan lembut, Spine Manipulation membantu mengoptimalkan fungsi tulang belakang tanpa obat dan tanpa operasi.

Apakah Spine Manipulation Aman?

Jawabannya, aman, selama dilakukan oleh dokter terlatih dan berbasis evaluasi medis yang tepat.

Di Vlife Medical, setiap tindakan Spine Manipulation dilakukan setelah:

  • Posture & Spine Evaluation
  • Pemeriksaan kondisi saraf, otot, dan mobilitas sendi
  • Analisa akar penyebab keluhan (bukan hanya gejala)
  • Pertimbangan usia, kondisi fisik, dan riwayat kesehatan pasien.

Teknik yang digunakan selalu dipersonalisasi. Artinya, tekanan, area koreksi, maupun alat bantu yang digunakan tidak pernah disamakan antara satu pasien dan lainnya.

Karena itu, Spine Manipulation aman untuk:

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Dewasa
  • Ibu hamil tertentu (setelah evaluasi dokter)
  • Hingga pasien lanjut usia.

Pendekatan yang berbeda inilah yang menjaga terapi tetap aman dan tidak menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Apa Saja Manfaat Spine Manipulation?

1. Mengurangi Nyeri Leher, Punggung & Pinggang

Ketidakseimbangan tulang belakang dapat menekan saraf dan menegangkan otot.
Spine Manipulation membantu melepaskan tekanan tersebut sehingga nyeri berkurang signifikan.

 2. Memperbaiki Postur Tubuh

Postur bungkuk, bahu tidak sejajar, hingga panggul miring dapat diperbaiki melalui koreksi halus pada segmen tulang yang bermasalah.

3. Meningkatkan Mobilitas & Fleksibilitas

Segmen tulang belakang yang kaku membuat tubuh sulit bergerak.
Dengan koreksi yang tepat, pergerakan menjadi lebih leluasa.

 4. Mengurangi Tekanan Saraf

Tekanan pada saraf bisa menyebabkan kesemutan, kram, atau rasa menjalar.
Spine Manipulation membantu membuka ruang gerak saraf agar fungsi tubuh kembali normal.

5. Mencegah Cedera & Kekambuhan

Ketika alignment tulang belakang ideal, risiko cedera akibat postur buruk atau aktivitas fisik berlebih dapat diminimalkan.

Mengapa Di Vlife Medical Spine Manipulation Lebih Efektif?

Vlife Medical menggunakan pendekatan Integrated Spine & Functional Rehabilitation, yaitu kombinasi antara:

  • Spine Manipulation oleh dokter
  • Fisioterapi fungsional oleh terapis berpengalaman
  • Latihan rehabilitatif untuk menstabilkan otot inti
  • Evaluasi berkala agar perubahan postur bertahan lebih lama.

Pendekatan ini memastikan:

  • Koreksi tulang bertahan lebih stabil
  • Otot dan jaringan lunak beradaptasi dengan posisi baru
  • Postur membaik secara progresif
  • Risiko nyeri berulang berkurang drastis.

Ini yang membuat hasil terapi Vlife lebih optimal daripada manipulasi tulang belakang yang dilakukan secara terpisah.

Siapa yang Membutuhkan Spine Manipulation?

Terapi ini cocok untuk Anda yang mengalami:

  • Nyeri punggung bawah atau atas
  • Postur bungkuk atau miring
  • Bahu atau pinggul tidak sejajar
  • Saraf kejepit
  • Kaku leher atau upper back tension 
  • Nyeri akibat duduk lama atau kerja depan komputer
  • Cedera olahraga
  • Gangguan mobilitas

Jika dibiarkan, kelainan kecil pada posisi tulang dapat berkembang menjadi nyeri berkepanjangan, kelelahan, hingga gangguan postur yang lebih berat.

Hubungi kami di 081523653004 untuk konsultasi langsung dengan tim Vlife Medical.

Ingin Tahu Apakah Spine Manipulation Cocok untuk Anda?

Lakukan Posture & Spine Evaluation bersama tim medis Vlife Medical dan temukan program perawatan terbaik untuk kondisi Anda.

Vlife Medical memiliki beberapa cabang yang strategis dan mudah dijangkau di Jakarta, Tangerang & Surabaya di antaranya:

  • Vlife Medical PIK Avenue Mall, 6th Floor, No. C-1, Jakarta Utara
  • Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, 2nd Floor, 230-231B, Jakarta Barat
  • Vlife Medical Emporium Pluit Mall, 1st Floor, Unit 1-51,52 Jakarta Utara
  • Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Gading Walk Arcade
  • Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, UG Floor, unit S-32A Tangerang, Banten
  • Vlife Medical Galaxy Mall 3, 3rd Floor, Mulyorejo Surabaya
  • Vlife Medical Pakuwon Mall, 1st Floor, Surabaya