Sebagai ibu atau wanita aktif, sakit kepala sering dianggap “biasa saja”. Kurang tidur karena mengurus anak, stres pekerjaan, perubahan hormon, atau terlalu lama di depan laptop, semuanya terasa seperti alasan yang masuk akal.
Tapi bagaimana jika migrain datang berulang? Sudah minum obat, sudah istirahat, bahkan sudah menghindari makanan pemicu namun nyeri tetap kembali?
Jika keluhan terasa terus-menerus dan tidak benar-benar membaik dalam jangka panjang, mungkin penyebabnya bukan hanya faktor hormonal atau stres. Dalam beberapa kasus, migrain persisten bisa berkaitan dengan gangguan pada tulang belakang bagian leher (servikal).
Apa Hubungan Tulang Belakang dengan Migrain?
Sebagai wanita, banyak aktivitas harian yang tanpa sadar memberi tekanan pada leher:
- Menunduk lama saat bekerja di depan laptop
- Menggendong anak
- Menatap ponsel berjam-jam
- Duduk dalam posisi membungkuk
Leher bukan sekadar penopang kepala. Di area ini terdapat saraf, pembuluh darah, dan otot yang berperan penting dalam menghantarkan sinyal ke otak. Ketika terjadi:
- Ketegangan otot leher kronis
- Postur kepala terlalu maju (forward head posture)
- Kekakuan sendi servikal
- Tekanan ringan pada saraf di leher
maka sinyal nyeri bisa menjalar ke kepala dan memicu migrain atau sakit kepala tipe tegang.
Kondisi ini dikenal sebagai cervicogenic headache, yaitu sakit kepala yang berasal dari gangguan struktur leher.
Tanda Migrain yang Berasal dari Leher
Beberapa ciri yang sering dialami wanita dan ibu rumah tangga antara lain:
- Nyeri dimulai dari leher lalu menjalar ke kepala
- Satu sisi kepala terasa berat atau berdenyut
- Leher terasa kaku sebelum migrain muncul
- Sakit kepala muncul setelah duduk lama atau aktivitas mengurus rumah
- Migrain sering kambuh meski sudah minum obat
Jika pola ini terjadi berulang, evaluasi tulang belakang leher menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.
Mengatasi Migrain dari Akar Masalahnya
Obat memang bisa membantu meredakan nyeri. Namun jika akar masalahnya berasal dari struktur leher, maka nyeri bisa terus kembali.
Pendekatan yang menyasar penyebab struktural biasanya meliputi:
-
Evaluasi Postur & Tulang Belakang Leher
Pemeriksaan menyeluruh untuk melihat keseimbangan struktur dan kemungkinan tekanan pada saraf.
-
Terapi Manual Servikal
Teknik lembut untuk membantu mengurangi kekakuan sendi dan ketegangan otot leher.
-
Latihan Stabilisasi Leher & Bahu
Menguatkan otot penopang agar tekanan tidak berulang.
-
Koreksi Ergonomi
Penyesuaian posisi kerja dan kebiasaan sehari-hari untuk mencegah postur membungkuk yang memperberat keluhan.
Pendekatan ini bertujuan memperbaiki sumber nyeri—bukan sekadar meredakan gejala sementara.
Untuk Ibu dan Wanita Aktif: Jangan Abaikan Sinyal Tubuh
Sering kali wanita menunda pemeriksaan karena merasa harus tetap kuat demi keluarga. Padahal, migrain berulang dapat memengaruhi kualitas hidup, konsentrasi, bahkan suasana hati.
Mengatasi keluhan sejak dini bukan berarti berlebihan—justru membantu Anda tetap produktif dan nyaman dalam menjalani peran sehari-hari.
Pendekatan Terintegrasi di Vlife Medical
Di Vlife Medical, keluhan migrain yang berkaitan dengan tulang belakang ditangani melalui konsep Integrated Spine Care. Pendekatan ini menggabungkan evaluasi medis oleh dokter, terapi manual servikal, latihan fungsional, serta fisioterapi terstruktur sesuai kondisi pasien.
Penanganan dilakukan tanpa operasi dan tanpa ketergantungan obat jangka panjang, dengan fokus pada perbaikan struktur dan fungsi tubuh secara menyeluruh.
Migrain Anda Sering Kambuh?
Jika migrain tak kunjung membaik dan disertai nyeri atau kekakuan pada leher, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan evaluasi tulang belakang sebagai bagian dari solusi.
Dengan pendekatan yang tepat, keluhan yang berulang dapat ditangani lebih terarah, membantu Anda kembali menjalani aktivitas sebagai wanita aktif dan ibu dengan lebih nyaman.
Dapatkan rekomendasi terapi tulang belakang yang sesuai dengan kondisi Anda klik WhatsApp 081523653004.





