Banyak orang, terutama orang tua, masih percaya bahwa skoliosis disebabkan oleh duduk membungkuk atau membawa tas berat. Padahal, fakta medis menunjukkan kondisi ini jauh lebih kompleks dan sering tanpa penyebab tunggal yang jelas.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, prevalensi skoliosis mencapai 3-5% populasi, terutama pada remaja usia 10-15 tahun. WHO juga mencatat angka serupa di Indonesia, dengan kasus idiopatik mendominasi lebih dari 80%.
Lalu, apa sebenarnya penyebab skoliosis menurut medis? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Skoliosis Secara Medis?
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang berupa kelengkungan samping (lateral) membentuk huruf C atau S, sering disertai rotasi vertebra. Berbeda dengan bungkuk biasa, skoliosis bersifat struktural dan tidak hilang hanya dengan duduk tegak.
Kondisi ini paling sering terdeteksi pada anak dan remaja selama masa pertumbuhan cepat. Tanpa intervensi, derajat kelengkungan bisa meningkat, menyebabkan ketidakseimbangan postur permanen.
Berbeda dengan postur bungkuk biasa, skoliosis:
- Bersifat struktural
- Tidak bisa “diluruskan” hanya dengan duduk tegak
- Dapat berkembang progresif, terutama saat masa pertumbuhan
Fakta Medis: Penyebab Skoliosis yang Perlu Diketahui
1. Idiopathic Scoliosis (Paling Umum)
Lebih dari 80% kasus skoliosis termasuk dalam kategori idiopatik, artinya tidak ditemukan penyebab pasti.
Kondisi ini paling sering muncul pada:
- Anak dan remaja usia 10–18 tahun
- Masa pubertas dan pertumbuhan cepat
Meski penyebab pastinya belum diketahui, penelitian menunjukkan adanya faktor genetik dan neuromuskular yang berperan.
Inilah alasan mengapa skoliosis bukan akibat postur buruk semata.
2. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Skoliosis cenderung lebih sering terjadi dalam satu keluarga. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat skoliosis, risiko anak untuk mengalami kondisi serupa akan meningkat.
Namun, gen yang terlibat tidak selalu menyebabkan skoliosis secara langsung, melainkan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap perubahan struktur tulang belakang.
3. Pertumbuhan Tulang yang Tidak Seimbang
Pada masa pertumbuhan cepat, tulang belakang bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan otot dan sistem saraf untuk menstabilkannya.
Akibatnya:
- Kontrol postur terganggu
- Tulang belakang lebih mudah mengalami deviasi
- Kelengkungan bisa bertambah tanpa disadari
Inilah mengapa skoliosis sering terdeteksi pada usia sekolah dan remaja.
4. Gangguan Neuromuskular
Pada beberapa kasus, skoliosis dapat terjadi akibat gangguan sistem saraf dan otot, seperti:
- Cerebral palsy
- Distrofi otot
- Kelainan saraf tertentu
Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan kontrol otot, sehingga tulang belakang kehilangan stabilitas alaminya.
5. Kelainan Bawaan (Congenital Scoliosis)
Sebagian kecil kasus skoliosis disebabkan oleh kelainan pembentukan tulang belakang sejak lahir, seperti ruas tulang yang tidak terbentuk sempurna.
Kondisi ini biasanya terdeteksi lebih awal dan memerlukan pemantauan medis yang ketat.
Lalu, Apakah Postur Buruk Tidak Berpengaruh Sama Sekali?
Postur buruk bukan penyebab utama skoliosis, tetapi dapat:
- Memperburuk kelengkungan yang sudah ada
- Mempercepat progresivitas skoliosis
- Memicu nyeri dan ketegangan otot
Artinya, postur buruk bukan pemicu awal, namun dapat memperberat kondisi bila skoliosis sudah terjadi.
Mengapa Skoliosis Perlu Evaluasi Medis, Bukan Sekadar Diperbaiki Posturnya? Karena skoliosis melibatkan:
- Struktur tulang
- Sistem saraf
- Keseimbangan otot
Maka penanganannya tidak bisa disamakan dengan koreksi postur biasa. Evaluasi medis diperlukan untuk:
- Menentukan jenis skoliosis
- Mengukur derajat kelengkungan
- Menilai risiko progresivitas
Tanpa evaluasi yang tepat, skoliosis bisa terus berkembang tanpa disadari.
Jangan biarkan nyeri mengganggu aktivitas Anda konsultasi gratis di 081523653004.
Pendekatan Medis di Vlife Scoliosis Centre
Di Vlife Scoliosis Centre, penanganan skoliosis dilakukan melalui pendekatan non-operatif dan berbasis evaluasi dokter, dengan fokus pada deteksi dini, pengendalian progresi, perbaikan fungsi dan postur.
Salah satu metode yang digunakan adalah Scoliosis Rehab, yaitu program latihan korektif terstruktur yang membantu tubuh beradaptasi dengan alignment tulang belakang yang lebih baik, disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien.
Pendekatan ini bertujuan mengendalikan skoliosis secara aktif, bukan sekadar menghilangkan keluhan sementara.
Ingin Mengetahui Apakah Skoliosis Bisa Dikendalikan Sejak Dini?
Lakukan evaluasi postur dan tulang belakang secara profesional di Vlife Scoliosis Centre untuk mengetahui kondisi dan langkah penanganan yang paling sesuai.





