Penyebab Skoliosis Terungkap: Bukan Hanya Postur Buruk, Ini Fakta Medisnya!

penyebab skoliosis

Banyak orang mengira penyebab skoliosis adalah duduk membungkuk atau tas berat, tapi itu mitos. Skoliosis adalah kelengkungan lateral tulang belakang struktural, sering progresif. Di Indonesia, prevalensi skoliosis idiopatik remaja 2-4%, seperti data Kemenkes dan studi Surabaya 2,93% pada anak 9-16 tahun. Lebih dari 80% kasus idiopatik tanpa penyebab jelas.

Dalam dunia medis, skoliosis adalah kondisi yang jauh lebih kompleks dan sering kali tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Bahkan, sebagian besar kasus skoliosis justru muncul tanpa penyebab yang jelas.

Lalu, apa sebenarnya penyebab skoliosis menurut medis? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Skoliosis Secara Medis?

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan ke arah samping (lateral) yang membentuk huruf C atau S, dan sering disertai rotasi tulang belakang.

Berbeda dengan postur bungkuk biasa, skoliosis:

  • Bersifat struktural
  • Tidak bisa “diluruskan” hanya dengan duduk tegak
  • Dapat berkembang progresif, terutama saat masa pertumbuhan

    Fakta Medis: Penyebab Skoliosis yang Perlu Diketahui

Jenis Skoliosis Berdasarkan Penyebab

Skoliosis diklasifikasikan idiopatik (80%), neuromuskular, congenital, degeneratif. Setiap jenis punya faktor berbeda.

Pemahaman ini bantu deteksi tepat.

1. Idiopathic Scoliosis (Paling Umum)

Lebih dari 80% kasus skoliosis termasuk dalam kategori idiopatik, artinya tidak ditemukan penyebab pasti.

Kondisi ini paling sering muncul pada:

  • Anak dan remaja usia 10–18 tahun
  • Masa pubertas dan pertumbuhan cepat

Meski penyebab pastinya belum diketahui, penelitian menunjukkan adanya faktor genetik dan neuromuskular yang berperan.

Inilah alasan mengapa skoliosis bukan akibat postur buruk semata.

2. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga

Skoliosis cenderung lebih sering terjadi dalam satu keluarga. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat skoliosis, risiko anak untuk mengalami kondisi serupa akan meningkat.

Namun, gen yang terlibat tidak selalu menyebabkan skoliosis secara langsung, melainkan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap perubahan struktur tulang belakang.

3. Pertumbuhan Tulang yang Tidak Seimbang

Pada masa pertumbuhan cepat, tulang belakang bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan otot dan sistem saraf untuk menstabilkannya.

Akibatnya:

  • Kontrol postur terganggu
  • Tulang belakang lebih mudah mengalami deviasi
  • Kelengkungan bisa bertambah tanpa disadari

Inilah mengapa skoliosis sering terdeteksi pada usia sekolah dan remaja.

Konsultasikan masalah nyeri punggung Anda hari ini melalui WhatsApp 081523653004.

4. Gangguan Neuromuskular

Pada beberapa kasus, skoliosis dapat terjadi akibat gangguan sistem saraf dan otot, seperti:

  • Cerebral palsy
  • Distrofi otot
  • Kelainan saraf tertentu

Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan kontrol otot, sehingga tulang belakang kehilangan stabilitas alaminya.

5. Kelainan Bawaan (Congenital Scoliosis)

Sebagian kecil kasus skoliosis disebabkan oleh kelainan pembentukan tulang belakang sejak lahir, seperti ruas tulang yang tidak terbentuk sempurna.

Kondisi ini biasanya terdeteksi lebih awal dan memerlukan pemantauan medis yang ketat.

Lalu, Apakah Postur Buruk Tidak Berpengaruh Sama Sekali?

Postur buruk bukan penyebab utama skoliosis, tetapi dapat:

  • Memperburuk kelengkungan yang sudah ada
  • Mempercepat progresivitas skoliosis
  • Memicu nyeri dan ketegangan otot

Artinya, postur buruk bukan pemicu awal, namun dapat memperberat kondisi bila skoliosis sudah terjadi.

Mengapa Skoliosis Perlu Evaluasi Medis, Bukan Sekadar Diperbaiki Posturnya? Karena skoliosis melibatkan:

  • Struktur tulang
  • Sistem saraf
  • Keseimbangan otot

Maka penanganannya tidak bisa disamakan dengan koreksi postur biasa. Evaluasi medis diperlukan untuk:

  • Menentukan jenis skoliosis
  • Mengukur derajat kelengkungan
  • Menilai risiko progresivitas

Tanpa evaluasi yang tepat, skoliosis bisa terus berkembang tanpa disadari.

Pendekatan Medis di Vlife Scoliosis Centre

Di Vlife Scoliosis Centre, penanganan skoliosis dilakukan melalui pendekatan non-operatif dan berbasis evaluasi dokter, dengan fokus pada deteksi dini, pengendalian progresi, perbaikan fungsi dan postur.

Salah satu metode yang digunakan adalah Scoliosis Rehab, yaitu program latihan korektif terstruktur yang membantu tubuh beradaptasi dengan alignment tulang belakang yang lebih baik, disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien.

Pendekatan ini bertujuan mengendalikan skoliosis secara aktif, bukan sekadar menghilangkan keluhan sementara.

Pahami Penyebab Skoliosis untuk Langkah Tepat

Penyebab skoliosis kompleks, idiopatik dominan bukan postur semata, tapi genetik, neuromuskular, congenital berperan. Deteksi dini via skrining cegah memburuk.

Jangan abaikan; evaluasi medis tentukan penyebab dan rencana aman. Konsultasi profesional seperti di Vlife Medical esensial untuk masa depan tulang belakang sehat.

Share: