Punya diabetes lalu sering mengalami nyeri punggung memang bisa bikin khawatir. Apalagi jika rasa sakit tidak hanya berupa pegal, tetapi disertai kesemutan, kebas, rasa terbakar, atau kelemahan pada kaki.
Yang perlu dipahami, diabetes tidak otomatis menjadi penyebab setiap nyeri punggung. Sakit punggung tetap bisa berasal dari otot, sendi, postur, aktivitas sehari-hari, maupun gangguan pada tulang belakang. Namun, diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik, sehingga beberapa gejalanya dapat menyerupai atau memperumit keluhan saraf dari tulang belakang.
Karena itu, pasien diabetes dengan nyeri punggung sebaiknya tidak langsung berasumsi bahwa semua keluhan berasal dari “saraf kejepit”.
Apa Hubungan Diabetes dengan Saraf?
Ketika kadar gula darah tinggi berlangsung dalam waktu lama, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah.
Salah satu komplikasi yang cukup dikenal adalah diabetic peripheral neuropathy. Kondisi ini paling sering memengaruhi kaki dan tungkai, meskipun tangan maupun lengan juga dapat terdampak.
Gejalanya dapat berupa kesemutan, sensasi seperti tertusuk, rasa terbakar, nyeri, mati rasa, hingga kelemahan.
Inilah yang terkadang membuat pasien sulit membedakan apakah rasa menjalar atau kesemutan berasal dari diabetes atau gangguan pada tulang belakang.
Nyeri Punggung Belum Tentu karena Diabetes
Diabetes dan sakit punggung bisa terjadi secara bersamaan tanpa hubungan langsung.
Seseorang dengan diabetes tetap dapat mengalami nyeri akibat terlalu lama duduk, teknik mengangkat beban yang kurang tepat, ketegangan otot, perubahan sendi, HNP, atau kondisi muskuloskeletal lainnya.
Nyeri punggung bawah sendiri dapat terasa lokal maupun menjalar ke tungkai dan dapat membatasi gerakan, pekerjaan, serta kualitas tidur.
Karena itu, yang lebih penting adalah mengenali pola gejalanya, bukan sekadar melihat diagnosis diabetes yang sudah dimiliki sebelumnya.
Bagaimana Membedakan Neuropati Diabetes dan Saraf Kejepit?
Tidak selalu mudah membedakannya tanpa pemeriksaan. Pada neuropati diabetik, gangguan sensorik sering dimulai pada kaki dan dapat terjadi pada kedua sisi tubuh. Pasien bisa merasakan kebas, kesemutan, atau sensasi terbakar tanpa selalu mengalami sakit pinggang yang jelas.
Sementara pada gangguan saraf yang berasal dari tulang belakang, keluhan dapat mengikuti jalur saraf tertentu. Misalnya, nyeri dari pinggang menjalar ke bokong dan salah satu kaki serta menjadi lebih berat pada posisi atau gerakan tertentu.
Namun pola tersebut tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis sendiri. Pasien diabetes juga tetap bisa mengalami HNP atau gangguan tulang belakang lainnya pada saat bersamaan.
Gejala Apa yang Perlu Lebih Diwaspadai?
Jika Anda memiliki diabetes, jangan abaikan perubahan sensasi pada tungkai atau kaki.
Perhatian lebih diperlukan ketika nyeri punggung disertai kesemutan yang semakin sering, kebas, rasa terbakar, penurunan kekuatan kaki, atau gangguan keseimbangan.
Diabetes dapat menyebabkan penurunan sensasi sehingga seseorang terkadang kurang menyadari cedera atau masalah pada bagian tubuh tertentu. CDC mencatat bahwa kerusakan saraf akibat diabetes dapat menyebabkan hilangnya kemampuan merasakan nyeri, panas, atau dingin, terutama di kaki.
Jika kelemahan muncul mendadak atau memburuk cepat, terdapat gangguan kontrol buang air kecil atau besar, atau mati rasa di area selangkangan, segera cari pertolongan medis.
Apakah Pasien Diabetes Boleh Menjalani Fisioterapi atau Terapi Tulang Belakang?
Pada banyak pasien, aktivitas fisik dan rehabilitasi tetap dapat menjadi bagian dari penanganan gangguan muskuloskeletal. Namun programnya perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pasien dengan diabetes dapat memiliki neuropati, masalah sirkulasi, luka pada kaki, atau komplikasi lain yang memengaruhi jenis dan intensitas latihan.
Karena itu, terapi sebaiknya tidak diberikan menggunakan program yang sama untuk semua pasien.
Dokter dan fisioterapis perlu mengetahui riwayat diabetes, obat yang digunakan, komplikasi yang pernah dialami, serta gejala saraf sebelum menyusun program rehabilitasi.
Bagaimana Pendekatan di Vlife Medical?
Di Vlife Medical, pasien dengan diabetes dan keluhan nyeri punggung akan menjalani Posture & Spine Evaluation terlebih dahulu.
Dokter akan mengevaluasi pola nyeri, postur tubuh, mobilitas, fungsi gerak, dan kemungkinan keterlibatan saraf. Riwayat diabetes dan kondisi medis lain juga penting disampaikan agar rekomendasi terapi dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang atau mengarahkan pasien untuk mendapatkan evaluasi medis tambahan sebelum program rehabilitasi dimulai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pendekatan dapat melibatkan fisioterapi, latihan terapeutik, Spine Correction, Fascia Stretch Therapy, maupun metode rehabilitasi lainnya sesuai indikasi dan keamanan pasien.
Pada pasien diabetes, tujuannya bukan hanya membantu mengurangi nyeri, tetapi juga menjaga fungsi gerak dan memastikan terapi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medis secara keseluruhan.
Jangan Asumsikan Semua Kesemutan adalah Saraf Kejepit
Kesemutan dan nyeri menjalar memang sering dikaitkan dengan saraf kejepit. Namun pada pasien diabetes, neuropati diabetik juga perlu menjadi pertimbangan.
Sebaliknya, memiliki diabetes juga tidak berarti setiap keluhan saraf pasti berasal dari diabetes.
Karena gejalanya bisa saling menyerupai, pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting untuk membedakan sumber masalah dan menentukan penanganan yang sesuai.
Konsultasikan masalah nyeri punggung Anda hari ini melalui WhatsApp 081523653004.
Punya Diabetes dan Nyeri Punggung? Vlife Medical Siap Membantu Evaluasi
Jika Anda mengalami nyeri punggung yang berulang, disertai kesemutan, kebas, atau gangguan gerak, lakukan Posture & Spine Evaluation untuk memahami kondisi tulang belakang dan fungsi gerak secara lebih menyeluruh.
Vlife Medical tersedia di beberapa lokasi strategis:
- Vlife Medical PIK Avenue Mall, Jakarta Utara
- Vlife Medical Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan
- Vlife Medical Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara
- Vlife Medical Kelapa Gading Mall 2, Jakarta Utara
- Vlife Medical Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang
- Vlife Medical Galaxy Mall 3, Surabaya
- Vlife Medical Pakuwon Mall, Surabaya
Pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai riwayat diabetes dan obat yang sedang digunakan. Dengan evaluasi yang menyeluruh, dokter dapat membantu menentukan apakah keluhan lebih berkaitan dengan tulang belakang, saraf perifer, atau kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.





