Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang ke samping yang abnormal, sering kali lebih dari 10 derajat sudut Cobb. Kondisi ini paling umum menyerang anak usia 10-15 tahun, terutama remaja perempuan dengan rasio hingga 1:4,7 dibanding laki-laki.
Banyak orang tua baru menyadari anaknya mengalami skoliosis ketika bentuk punggung sudah terlihat jelas atau anak mulai mengeluh nyeri. Padahal, pada tahap awal, skoliosis sering berkembang tanpa rasa sakit dan hanya menunjukkan tanda-tanda kecil yang mudah terlewatkan.
Karena itu, deteksi dini menjadi kunci. Semakin cepat skoliosis dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan kelengkungan tanpa tindakan invasif.
Apa Itu Skoliosis?
Skoliosis terjadi saat tulang belakang melengkung secara lateral membentuk huruf C atau S. Kelengkungan ini bisa ringan hingga parah, diukur dengan sudut Cobb melalui X-ray.
Prevalensi global 0,47-5,2%, dengan jenis idiopatik paling sering pada remaja tanpa penyebab jelas. Faktor genetik berperan, meski penyebab pasti masih diteliti.
Siapa yang Berisiko Mengalami Skoliosis?
Anak usia pertumbuhan 10-18 tahun paling rentan, khususnya perempuan. Keluarga dengan riwayat skoliosis meningkatkan risiko karena faktor herediter.
Di Indonesia, skrining sekolah menemukan 7% anak usia 8-11 tahun di Jakarta punya tanda skoliosis. Pekerja kantor atau atlet muda juga bisa terkena jika postur buruk berkembang sejak kecil.
7 gejala awal skoliosis yang sering diabaikan orang tua
Berikut adalah 7 gejala awal skoliosis yang sering diabaikan orang tua.
1. Bahu Terlihat Tidak Sejajar
Salah satu tanda paling umum adalah perbedaan tinggi bahu.
Satu bahu tampak lebih tinggi atau lebih maju dibanding sisi lainnya, terutama saat anak berdiri santai.
Sering kali ini dianggap hanya masalah kebiasaan duduk—padahal bisa menjadi tanda awal skoliosis.
2. Pinggul Tampak Miring atau Tidak Simetris
Jika salah satu sisi pinggul terlihat lebih menonjol atau celana anak sering tampak miring, ini bisa menandakan ketidakseimbangan tulang belakang.
Pada skoliosis, panggul sering ikut beradaptasi terhadap lengkungan tulang belakang.
3. Tulang Belikat Menonjol Sebelah
Saat dilihat dari belakang, salah satu tulang belikat (skapula) bisa terlihat lebih menonjol.
Tanda ini sering muncul saat anak:
- Mengenakan kaos tipis
- Berdiri tanpa sadar memperbaiki postur
4. Postur Tubuh Tampak Miring
Anak terlihat seperti condong ke satu sisi saat berdiri.
Kepala tidak berada tepat di tengah tubuh, meskipun anak merasa sudah berdiri tegak.
Ini adalah tanda klasik ketidakseimbangan struktur tulang belakang.
5. Punggung Tidak Rata Saat Membungkuk
Saat anak membungkuk ke depan (tes Adam’s Forward Bend), punggung bagian kanan dan kiri tampak tidak simetris.
Tes sederhana ini sering digunakan dokter untuk skrining awal skoliosis dan bisa dilakukan di rumah sebagai langkah awal.
6. Mudah Lelah atau Pegal di Punggung
Meski jarang mengeluh nyeri tajam, anak dengan skoliosis awal sering:
- Cepat lelah saat duduk lama
- Mengeluh punggung terasa pegal
- Sering mengganti posisi duduk
Keluhan ini kerap dianggap “capek biasa”.
7. Pakaian Jatuh Tidak Simetris
Baju, rok, atau tas punggung sering terlihat tidak seimbang saat dikenakan. Ini adalah tanda tidak langsung yang sering justru pertama kali disadari oleh orang tua.
Dapatkan rekomendasi terapi tulang belakang yang sesuai dengan kondisi Anda klik WhatsApp 081523653004.
Mengapa Skoliosis Tidak Boleh Diabaikan?
Pada masa pertumbuhan (usia 10–18 tahun), tulang belakang berkembang sangat cepat.
Jika skoliosis tidak terdeteksi kurva dapat bertambah dalam hitungan bulan, postur tubuh semakin berubah, risiko nyeri punggung di usia dewasa meningkat, ada kasus berat, dapat memengaruhi fungsi paru dan jantung
Karena itu, menunggu hingga anak mengeluh nyeri bukanlah pilihan yang bijak.
Bagaimana Skoliosis Dideteksi Secara Medis?
Deteksi skoliosis yang tepat melibatkan:
- Pemeriksaan postur oleh dokter
- Tes forward bend
- Analisa keseimbangan tubuh
- Pemeriksaan X-ray untuk mengukur sudut kelengkungan (Cobb angle)
Dari hasil ini, dokter dapat menentukan apakah kondisi cukup dipantau, membutuhkan terapi, atau perlu penanganan lebih lanjut.
Ingin Memastikan Postur Anak Anda Aman?
Vlife Medical fokus rehabilitasi tulang belakang non-invasif dengan Scoliosis Care unggulan. Metode kami pakai Decompression Therapy dan Physiotherapy untuk koreksi postur aman tanpa operasi.
Paket relevan: Scoliosis Care, Spine Care, Decompression Table. Layanan utama: Spine Correction Program, Physiotherapy, Injury Recovery Program. https://vlifemedical.com/
Kunjungi cabang terdekat seperti PIK Avenue, Kelapa Gading, atau Pondok Indah untuk Posture & Spine Evaluation gratis awal. Temukan lokasi lengkap di situs kami.
Deteksi Dini Skoliosis Anda
Deteksi 7 gejala awal skoliosis seperti bahu tak sejajar atau punggung miring bisa cegah komplikasi serius. Semakin dini, peluang kendali tanpa invasif makin besar, lindungi pertumbuhan anak.
Jangan tunggu nyeri; lakukan skrining sederhana hari ini. Konsultasi profesional esensial untuk diagnosis tepat hubungi Vlife Medical sekarang untuk evaluasi tulang belakang anak Anda.





