Awalnya mungkin hanya terasa pegal ringan di bahu. Namun lama-kelamaan, gerakan semakin terbatas. Mengangkat tangan terasa sulit, memakai baju jadi tidak nyaman, bahkan tidur miring pun terasa nyeri.
Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, bisa jadi itu adalah frozen shoulder.
Banyak orang mengira bahu kaku hanyalah efek kelelahan atau salah posisi tidur. Padahal, jika nyeri dan kekakuan berlangsung berminggu-minggu, kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah kondisi ketika sendi bahu mengalami peradangan dan penebalan kapsul sendi, sehingga ruang geraknya menjadi terbatas.
Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap dalam tiga fase:
-
Fase Nyeri (Freezing Phase)
Bahu mulai terasa nyeri, terutama saat digerakkan.
-
Fase Kaku (Frozen Phase)
Nyeri mungkin sedikit berkurang, tetapi gerakan bahu semakin terbatas.
-
Fase Pemulihan (Thawing Phase)
Gerakan perlahan membaik, namun prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Tanpa penanganan yang tepat, frozen shoulder bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dalam jangka panjang.
Siapa yang Berisiko Mengalami Frozen Shoulder?
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:
- Usia 40–60 tahun
- Riwayat diabetes
- Cedera atau operasi bahu
- Kurang gerak dalam waktu lama
- Aktivitas repetitif pada bahu
Pekerja kantoran, ibu rumah tangga, dan individu yang jarang melakukan peregangan bahu juga cukup rentan.
Mengapa Bahu Bisa Semakin Kaku?
Ketika bahu jarang digerakkan akibat nyeri, kapsul sendi menjadi semakin tegang dan menebal. Tubuh secara alami “melindungi” area yang sakit dengan membatasi gerakan, namun justru membuat kekakuan semakin parah.
Itulah mengapa frozen shoulder tidak boleh hanya diatasi dengan istirahat total.
Solusi Non-Operatif untuk Frozen Shoulder
Sebagian besar kasus frozen shoulder dapat ditangani tanpa operasi, dengan pendekatan bertahap dan terstruktur.
1. Evaluasi Medis yang Tepat
Pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber nyeri dan menyingkirkan kemungkinan cedera lain seperti rotator cuff tear.
2. Terapi Manual & Mobilisasi Sendi
Teknik lembut untuk membantu meningkatkan rentang gerak bahu secara bertahap.
3. Latihan Rehabilitasi Terarah
Latihan khusus untuk menjaga dan meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan otot sekitar bahu.
4. Modalitas Fisioterapi
Penggunaan terapi seperti TENS atau ultrasound untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Tujuan terapi bukan hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga mengembalikan fungsi bahu secara bertahap dan aman.
Pendekatan Terintegrasi di Vlife Medical
Sebagai klinik Spine Care dan rehabilitasi medis, Vlife Medical menangani keluhan frozen shoulder melalui pendekatan non-operatif yang terintegrasi.
Penanganan dimulai dari evaluasi dokter untuk menentukan penyebab kekakuan dan derajat keterbatasan gerak. Terapi kemudian dikombinasikan dengan mobilisasi sendi, latihan rehabilitatif, serta fisioterapi terstruktur yang dipersonalisasi sesuai kondisi pasien.
Pendekatan ini membantu memperbaiki fungsi bahu secara bertahap, aman, dan tanpa tindakan invasif.
Bahu Masih Terasa Kaku?
Jika Anda mulai kesulitan mengangkat tangan atau merasakan nyeri bahu yang tidak kunjung membaik, jangan menunggu hingga gerakan semakin terbatas.
Evaluasi yang tepat dan terapi yang terarah dapat membantu Anda kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Chat dokter kami lewat WhatsApp 081523653004 untuk jadwal pemeriksaan awal.


