
7 Rahasia Hilangkan Pinggang Kronis Tanpa Operasi!
Nyeri pinggang kronis bukan sekadar rasa pegal biasa. Kondisi ini bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan perlahan membatasi aktivitas sehari-hari mulai dari duduk terlalu lama,
Online

Nyeri pinggang kronis bukan sekadar rasa pegal biasa. Kondisi ini bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan perlahan membatasi aktivitas sehari-hari mulai dari duduk terlalu lama,

Pekerja kantor usia 20-45 tahun kerap bergantung pada pain killer untuk atasi nyeri punggung atau sakit kepala akibat rutinitas duduk lama. Namun, Kementerian Kesehatan memperingatkan penggunaan berlebih bisa picu efek samping serius seperti gangguan ginjal

Pekerja kantor usia 20-45 tahun sering mengeluh sakit punggung bawah atau low back pain akibat duduk lama dengan posisi tidak ergonomis. Di Indonesia, prevalensi low back pain mencapai 18% berdasarkan data Kementerian Kesehatan, yang membuat

Anatomi tulang belakang manusia adalah susunan kompleks 33 ruas vertebra yang membentang dari tengkorak hingga tulang ekor, bentuk huruf S dari samping untuk distribusi beban optimal. Struktur ini bukan hanya penyangga, tapi pelindung sumsum tulang

Nyeri punggung bawah jadi keluhan utama pekerja kantor di Indonesia, dengan prevalensi hingga 45% akibat duduk lama dan postur salah. Duduk membungkuk tekan diskus tulang belakang 40% lebih berat, picu kaku otot hingga saraf terjepit.

Postur tubuh yang buruk sering kali berawal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak biasa, tapi lama-kelamaan membebani tulang belakang, otot, dan sendi. Di Indonesia, survei Kemenkes menunjukkan prevalensi nyeri punggung bawah mencapai 45% pekerja usia produktif,

Stres dan kecemasan telah menjadi masalah kesehatan umum di Indonesia, memengaruhi jutaan orang setiap hari. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi gangguan mental emosional seperti depresi dan kecemasan mencapai 9,8 persen

Nyeri tulang belakang, terutama di leher dan punggung bawah, merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal paling sering ditemui di layanan kesehatan modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa nyeri punggung bawah menjadi penyebab utama keterbatasan aktivitas

Skoliosis sedang ditandai dengan kelengkungan tulang belakang 20 hingga 40 derajat pada pengukuran Cobb angle, di mana perubahan postur seperti bahu tidak sejajar atau pinggul miring sudah terlihat jelas. Pada tahap ini, pasien sering mengeluh

Skoliosis ringan adalah kondisi kelengkungan tulang belakang menyamping dengan derajat sekitar 10 hingga 20 derajat pada pengukuran Cobb angle, yang sering kali belum terlihat jelas dari luar. Kondisi ini umum ditemukan pada anak sekolah dan

Scoliosis adalah kelainan tulang belakang ketika tulang belakang melengkung menyamping dan berputar sehingga tampak seperti huruf S atau C saat dilihat dari belakang. Kondisi ini dapat dialami anak, remaja, maupun dewasa, dan bila dibiarkan tanpa

Scoliosis adalah kelengkungan tulang belakang menyamping yang disertai rotasi, sehingga tulang belakang tampak membentuk huruf C atau S ketika dilihat dari belakang. Kondisi ini umumnya mulai terdeteksi pada usia remaja, tetapi dapat juga dialami orang

Nyeri punggung bawah menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dengan WHO mencatat 619 juta orang terdampak pada 2020, dan angka ini diprediksi naik menjadi 843 juta pada 2050. Di Indonesia, prevalensi nyeri punggung bawah