Pilihan Terapi untuk Menangani Kelainan Tulang Belakang
Kelainan tulang belakang tidak selalu langsung terlihat dari luar. Pada banyak orang, keluhan diawali rasa pegal di punggung, nyeri pinggang, atau cepat lelah saat berdiri
Online
Kelainan tulang belakang tidak selalu langsung terlihat dari luar. Pada banyak orang, keluhan diawali rasa pegal di punggung, nyeri pinggang, atau cepat lelah saat berdiri

Scoliosis berat sering kali tidak hanya mengubah postur tubuh, tapi juga mengganggu fungsi organ vital seperti paru-paru dan jantung. Kondisi ini ditandai dengan kelengkungan tulang belakang lebih dari 40 derajat sudut Cobb, yang diukur melalui

Menariknya, tidak semua penyebab saraf kejepit langsung menimbulkan gejala berat. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa bantalan tulang belakang yang bergeser kadang belum menekan saraf sehingga penderita hanya merasa pegal biasa atau bahkan tidak ada keluhan sama

Meski terdengar menakutkan, banyak kasus skoliosis yang sebenarnya bisa dikendalikan dengan pemantauan rutin, latihan fisik khusus, brace (korset penyangga), dan berbagai bentuk terapi tulang belakang scoliosis secara konservatif tanpa operasi. Tujuan utamanya adalah mencegah kelengkungan

WHO menyebutkan bahwa nyeri punggung, termasuk yang berkaitan dengan gangguan saraf, merupakan penyebab utama disabilitas di seluruh dunia dan banyak dialami pada usia produktif. Di Indonesia, pedoman Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa nyeri punggung bawah

Tidak heran, banyak orang mulai mencari terapis tulang belakang terdekat untuk membantu mengurangi nyeri, memperbaiki postur, dan kembali beraktivitas dengan nyaman. Namun, di tengah banyaknya klinik dan layanan di luar sana, masyarakat sering bingung membedakan

Terapi tulang belakang di rumah menjadi salah satu cara penting untuk membantu menjaga fungsi tulang belakang, terutama bagi Anda yang sering duduk lama, mengangkat beban, atau punya riwayat nyeri punggung bawah. Berbagai panduan kesehatan menekankan

Secara global, nyeri punggung bawah termasuk salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas dan penurunan kualitas hidup pada usia produktif. Badan-badan internasional dan panduan klinis terkini cenderung menganjurkan pendekatan nonoperatif dan nonobat sebagai lini awal, termasuk

Nyeri punggung, kaku leher, dan kesemutan yang menjalar ke kaki atau tangan menjadi keluhan yang semakin sering dialami masyarakat perkotaan, terutama yang banyak duduk dan kurang bergerak. WHO memperkirakan sekitar 619 juta orang di dunia

Banyak orang mengalami nyeri, pegal, atau ketidaknyamanan tubuh setiap hari tanpa menyadari bahwa akar masalahnya berasal dari tulang belakang. Tulang belakang bukan hanya struktur penopang tubuh, tetapi pusat jalur saraf yang mengatur gerakan, keseimbangan, kekuatan

Kesehatan tulang dan sendi penting bagi semua usia untuk menjaga mobilitas dan kualitas hidup yang optimal. Di Indonesia, masalah tulang seperti osteoporosis dan nyeri sendi semakin meningkat seiring bertambahnya usia populasi. Menurut Kementerian Kesehatan, pencegahan

Nyeri pinggang adalah salah satu keluhan paling umum yang dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, sendi menjadi lebih kaku, bantalan tulang mulai menipis, dan otot penopang semakin melemah. Banyak orang kemudian bergantung pada painkiller, koyo

Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, struktur tulang belakang mengalami perubahan alami, mulai dari degenerasi bantalan tulang, kekakuan sendi, hingga pelemahan otot pendukung. Kondisi ini